PONTIANAK POST - Di momen Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2025 yang diselenggarakan oleh Lingkar Daerah Belajar 14-15 Mei 2025 di Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sanggau turut menerima penghargaan Lingkar Daerah Belajar Award sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inisiatif awal Kabupaten Sanggau dalam transformasi pendidikan.
Kegiatan dengan tema berdaya bersama untuk keberlanjutan pendidikan yang berpihak kepada anak tersebut diikuti oleh lebih dari 553 peserta dari berbagai wilayah. KPI 2025 juga turut menghadirkan sejumlah menteri diantaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Menteri Dalam Negeri, Menteri
Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena yang didapuk sebagai narasumber pada agenda tersebut menyampaikan capaian pendidikan di Kabupaten Sanggau, tantangan yang dihadapi serta prioritas pendidikan ke depan.
"Jangan pernah berputus asa untuk terus berinovasi. Terobosan-terobosan baru harus terus kita coba, karena investasi terbesar bangsa kita adalah pada anak-anak dan dunia pendidikan. Dengan itu, cita-cita Indonesia Emas bisa kita wujudkan," katanya.
Setiap langkah, lanjut dia, sekecil apapun, sangat berarti jika dilakukan dengan tujuan mulia untuk memajukan generasi mendatang.
"Jangan lelah dan jangan takut gagal. Karena kegagalan adalah proses dari keberhasilan. Kita belajar dari kegagalan untuk mencapai bangsa yang sukses," tegasnya.
"Salah satu kunci kemajuan bangsa adalah bagaimana kita mengelola sumber daya manusia yang ada untuk mengelola kekayaan alam kita secara bijaksana. Sumber daya alam kita melimpah, tapi tanpa SDM unggul, kita tidak akan bisa mengelolanya dengan baik. Itulah sebabnya, pendidikan menjadi fondasi utama," terangnya.
Wakil Bupati Sanggau turut menyambut baik penghargaan yang diterima. Hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk terus bekerja keras demi menciptakan generasi emas Sanggau yang cerdas, berbudi luhur dan siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan terus menguat, guna mewujudkan pendidikan yang benar-benar berpihak kepada anak. (sgg)
Editor : Miftahul Khair