Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sinergi PT Antam dan UM Pontianak dalam program Gen Sehat : Edukasi Catin untuk Generasi Bebas Stunting

Ashri Isnaini • Rabu, 28 Mei 2025 | 19:57 WIB
Para peserta edukasi Catin berofoto bersama tim Program Gen Sehat UMP usai edukasi dan konseling kepada pasangan Catin di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Para peserta edukasi Catin berofoto bersama tim Program Gen Sehat UMP usai edukasi dan konseling kepada pasangan Catin di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

PONTIANAK POST – Sebagai upaya nyata dalam mencegah stunting sejak hulu, PT Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bersinergi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan konseling calon pengantin (catin) di Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Senin (26/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Generasi Sehat (Gen Sehat) yang secara khusus menyasar pasangan calon pengantin sebagai kelompok strategis dalam upaya menciptakan generasi bebas stunting di masa depan. Kedua desa tersebut merupakan wilayah binaan PT Antam dalam program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Kegiatan edukasi ini dimoderatori dosen Gizi Kesehatan Masyarakat UMP, Indah Budiastutik. Materi pertama disampaikan oleh M. Taufik, yang membahas pentingnya kesiapan fisik, mental, kesehatan reproduksi, dan gizi seimbang bagi calon pengantin.

Selanjutnya, Pastor Blasius dari Gereja Katolik Paroki St. Petrus Kanisius Tayan memberikan materi mengenai bimbingan perkawinan dalam perspektif Katolik. Sementara itu, Sri Sartika dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayan Hilir menyampaikan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin beragama Islam.

Ketua Tim Program Gen Sehat, Marlenywati, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam menyiapkan pasangan catin agar mampu menjadi orang tua yang sehat dan siap secara menyeluruh. “Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak serta dapat menjadi program rutin yang dijalankan desa ke depannya,” ujarnya.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi para catin. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (LILA), lingkar perut, tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), dan gula darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting dan memastikan catin berada dalam kondisi optimal untuk menikah dan memulai kehamilan.

Kepala Puskesmas Pulau Tayan, Buyong, menegaskan pendekatan hulu seperti ini penting untuk mengintervensi potensi risiko stunting sejak awal. “Kita cegah faktor risikonya, deteksi sejak dini dan diintervensi secara tepat,” jelasnya.

Photo
Photo

“Bagi catin yang ditemukan memiliki status gizi kurang, akan diberikan pendampingan dan program peningkatan gizi agar mencapai kondisi ideal sebelum menikah dan hamil,” tambah Buyong.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Puskesmas Kampung Kawat, Puskesmas Pulau Tayan, pemerintah desa setempat, serta kader-kader kesehatan dari Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut. Total terdapat 22 pasangan calon pengantin yang mengikuti program edukasi dan konseling ini.

Koordinator kegiatan lapangan, Eka Puspitasari, menegaskan Gen Sehat merupakan bagian dari komitmen bersama antara CSR PT Antam Tbk. UBPB Kalbar dan Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. “Kegiatan ini menjadi prioritas dalam upaya memutus mata rantai stunting pada bayi yang akan dilahirkan oleh catin di kemudian hari,” ujarnya.

Tim program Gen Sehat terdiri dari para dosen dan tenaga profesional yakni Marlenywati, Indah Budiastutik, Elly Trisnawati, Dedi Alamsyah, dan Ismael Saleh.

Di akhir kegiatan, masing-masing narasumber menyampaikan pesan penutup yang memotivasi para peserta untuk mempersiapkan pernikahan tidak hanya dari aspek administrasi, tetapi juga secara fisik, mental, dan spiritual. Seluruh peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. (ash/ser)

Editor : Hanif
#Bunut #pt antam #desa pedalaman #kabupaten sanggau #UMP #edukasi #calon pengantin #Tayan Hilir #cegah stunting