PONTIANAK POST – Dalam upaya memperkuat kedaulatan Rupiah dan mendorong inklusi keuangan digital di wilayah perbatasan, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Edukasi Pemanfaatan QRIS di Wilayah Perbatasan Entikong".
Kegiatan yang dilaksanakan di Cafe Elsana Entikong pada Rabu (25/6) ini merupakan
kolaborasi strategis antara Polnep dengan Bank Indonesia (BI) dan Bank Syariah
Indonesia (BSI). Acara ini disambut antusiasme tinggi, dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari para pemilik usaha dan masyarakat umum di Kecamatan Entikong.
Ketua Pelaksana PKM, Mahendra Jaya, S.E., M.M., menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah akses keuangan dan mempercepat perkembangan bisnis dengan sistem pembayaran modern.
"Entikong adalah beranda terdepan negara kita. Penggunaan QRIS adalah langkah nyata untuk memperkuat penggunaan Rupiah, sekaligus membuka akses keuangan digital yang lebih luas bagi para pelaku usaha di sini," ujar Mahendra Jaya. "Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih mudah, tercatat, aman, dan efisien," timpalnya.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari stakeholder setempat serta pengusaha dan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Entikong, perwakilan dari Polsek Entikong, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Entikong, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Bea Cukai Entikong, Imigrasi Entikong serta Kepala Desa Entikong.
Dalam kegiatan ini, tim dosen Polnep bersama praktisi dari Bank Indonesia dan Bank BSI memberikan pemaparan komprehensif mengenai manfaat, cara pendaftaran, dan praktik penggunaan QRIS. Para peserta juga dibekali dengan panduan praktis dan sesi pendampingan untuk mendaftarkan usaha mereka agar dapat menerima pembayaran melalui QRIS.
"Harapan kami, setelah kegiatan ini, para pelaku usaha di Entikong dapat segera
mengadopsi QRIS. Ini akan mempercepat perkembangan bisnis mereka, mendukung
program pemerintah dalam digitalisasi ekonomi, dan menjadikan Entikong sebagai
etalase kemajuan finansial Indonesia di perbatasan," ungkap Mahendra Jaya.
Tim PKM terdiri dari Mahendra Jaya S.E., M.M sebagai Ketua, sedangkan anggotanya terdiri dari Ade M. Yuardani, S.Sos, M.Si, Drs. Agus Eko Tejo Sasongko.M.Si Anggota, Edy Sutrisno, SE., M.AB, Endang Wahyuni, S.Sos., M.Si, Hasymi Rinaldi, S.Sos.MPA, Muhammad Rachimoellah, M.A.P., Novi Desanti, SE., M.AB, dan Dr. Verdico Arief, S.IP., M.AP.
Sekretaris Camat Entikong, Agustinus Agus dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Polnep dan mitra perbankan. "Kami dari pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan ini. Digitalisasi pembayaran melalui QRIS tidak hanya mempermudah transaksi bagi warga dan pengusaha kami, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menegaskan kedaulatan ekonomi bangsa di perbatasan," pungkasnya. (mrd/ser)
Editor : Hanif