PONTIANAK POST - Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Sanggau, Sulistio Rini mengatakan, musim kemarau tidak hanya membawa dampak pada sektor pertanian, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Musim kemarau menyebabkan perubahan cuaca, iklim, kelembapan, hingga kebersihan air dan udara, sehingga memicu peningkatan kasus ISPA dan diare,” kata Sulistio Rini, Ketua Timkerja Surveilans dan Imunisasi Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda, Jumat (11/7).
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah setempat.
Beberapa langkah yang diinstruksikan antara lain, meningkatkan kewaspadaan dini melalui pencatatan dan pelaporan kasus secara aktif.
Tenaga promosi kesehatan diminta meningkatkan penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan kasus diare.
Edukasi juga difokuskan kepada ibu atau pengasuh balita mengenai pemberian ASI, makanan bergizi sesuai umur, serta penatalaksanaan kasus diare sesuai SOP.
Pencegahan ISPA dengan mencuci tangan menggunakan sabun, memperbanyak konsumsi air putih, menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta membatasi aktivitas di luar ruangan terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Jika mengalami gejala sakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar segera ditangani,” tambahnya.
Sulistio berharap masyarakat dapat proaktif menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat selama musim kemarau, sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah dan masyarakat tetap sehat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (agg)
Editor : Miftahul Khair