Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bulog Sanggau Pastikan Stok Beras Aman, Tambah 700 Ton September Ini

Hanif PP • Rabu, 3 September 2025 | 11:37 WIB

 

SPHP  : Perum Bulog kembali menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
SPHP  : Perum Bulog kembali menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.

PONTIANAK POST – Perum Bulog Cabang Sanggau memastikan stok beras di Kabupaten Sanggau dan Sekadau dalam kondisi aman. Untuk memperkuat cadangan, Bulog akan mendatangkan tambahan pasokan sebanyak 700 ton beras pada September 2025.

Kepala Bulog Cabang Sanggau, Ahmad Aminudin, mengatakan bahwa stok saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat selama satu bulan ke depan. Penambahan stok tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di wilayah kerja Bulog Sanggau.

“Stok kita masih aman, dan bulan ini akan ada tambahan 700 ton untuk memperkuat ketersediaan di gudang,” tegas Ahmad saat ditemui, Senin (1/9/2025).

Selain penambahan stok, Bulog juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak Juli hingga Desember 2025. Melalui SPHP, Bulog menyalurkan beras ke masyarakat melalui tujuh jalur distribusi, termasuk pengecer pasar, toko binaan pemerintah daerah, koperasi, Gerakan Pangan Murah, serta instansi vertikal seperti TNI dan Polri.

Untuk menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh kecamatan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga yang antusias membeli beras dengan harga terjangkau.

Ahmad menegaskan, masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan. Dengan tambahan pasokan yang segera masuk, stok dipastikan cukup hingga penghujung tahun.(agg)

Editor : Hanif
#sanggau #SPHP #sekadau #perum bulog #gerakan pangan murah #Stok Beras #kemendagri