Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Raja Tayan Apresiasi Bantuan Revitalisasi Keraton dari Pemprov Kalbar untuk Pelestarian Budaya

Hanif PP • Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:28 WIB
BERSALAMAN : Raja Tayan Gusti Yusri (kiri) sedang bersalaman dengan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan usai pembukaan Festival Budaya Tayan 2025.
BERSALAMAN : Raja Tayan Gusti Yusri (kiri) sedang bersalaman dengan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan usai pembukaan Festival Budaya Tayan 2025.

PONTIANAK POST - Raja Tayan Gusti Yusri mengatakan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk revitalisasi kompleks Keraton Tayan menjadi angin segar bagi upaya pelestarian situs bersejarah yang telah lama mengalami kerusakan.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya itu merupakan langkah penting untuk menjaga identitas dan sejarah masyarakat Tayan.

Gusti Yusri berharap, proses revitalisasi ini tidak sekadar menjadi perbaikan fisik, tetapi juga momentum kebangkitan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kalimantan Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih karena sudah bertahun-tahun istana kita ini dalam keadaan reot, bahkan nyaris roboh, bocor, dan strukturnya sudah terganggu. Tahun ini akhirnya mendapat anggaran untuk direvitalisasi. Walaupun anggarannya belum sepenuhnya memadai, tapi ini sebuah awal yang baik,” ujar Gusti Yusri.

Ia menjelaskan, revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar tetap memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian cagar budaya, dengan mempertahankan material asli dan bentuk bangunan sebagaimana aslinya.

“Saya bangga karena renovasi ini tidak mengubah bentuk asli keraton. Prinsip cagar budaya tetap dijaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gusti Yusri menguraikan bahwa kompleks Keraton Tayan terdiri atas beberapa bagian, antara lain bangunan induk, pendopo, dapur, dan masjid. Bangunan induk sempat direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan pada 2017, sementara tahun ini giliran bagian pendopo yang diperbaiki.

“Ke depan, saya ingin melanjutkan program restorasi untuk Masjid Jami’ Keraton Tayan agar dikembalikan ke bentuk aslinya. Walaupun bangunannya kini memakai sistem komposit dan tak lagi kayu belian seperti dulu, semangat pelestariannya tetap sama,” ungkapnya. (mse)

Editor : Hanif
#bantuan pemprov #Gusti Yusri #Pelestarian Warisan Budaya #revitalisasi keraton #raja tayan