PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sanggau terus memperkuat sistem kesehatan daerah guna memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pedalaman, mendapatkan layanan publik yang merata. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan primer di tingkat Puskesmas, Pustu, hingga Posyandu.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori, mengatakan bahwa penguatan sistem kesehatan menjadi bagian dari transformasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Fokus kami adalah pemerataan layanan. Masyarakat tidak boleh terhambat akses hanya karena faktor jarak,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar Kamis (7/11).
Ia menjelaskan, Posyandu kini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, serta pencegahan stunting.
Selain itu, layanan primer diharapkan mampu menangani hingga 80 persen kebutuhan kesehatan masyarakat tanpa harus dilakukan rujukan ke fasilitas tingkat lanjut.
Selain memperkuat layanan langsung, Dinas Kesehatan juga tengah mendorong digitalisasi sistem data kesehatan. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah pemantauan rujukan pasien, distribusi tenaga kesehatan, serta pengawasan ketersediaan obat-obatan di fasilitas pelayanan.
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menegaskan bahwa pemerataan layanan publik merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia meminta semua sektor bergerak serentak, khususnya dalam pelayanan dasar seperti kesehatan.
“Kualitas layanan harus sama, baik di pusat kota maupun di dusun terpencil. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan indikator pelayanan melalui evaluasi berkala terhadap fasilitas kesehatan, termasuk penguatan sumber daya manusia tenaga medis, serta dukungan pembiayaan melalui APBD dan bantuan dari pemerintah pusat.
Pemkab Sanggau berharap layanan kesehatan dapat berlangsung lebih cepat, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.(agg)
Editor : Hanif