PONTIANAK POST - Lonjakan harga cabai dan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kecamatan Kembayan mendorong Tim Terpadu melakukan monitoring ke sejumlah kios dan lapak pedagang, Rabu (10/12). Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok jelang akhir tahun.
Dalam monitoring tersebut, tim menemukan harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan akibat berkurangnya pasokan dari petani. Beberapa pedagang mengaku pasokan menipis sejak dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat harga di tingkat pasar melonjak dan membebani konsumen.
Selain cabai, tim juga menemukan kelangkaan LPG 3 kg di beberapa titik penjualan. Sejumlah pedagang menyebut pasokan dari pangkalan tidak menentu, sementara permintaan tetap tinggi. Situasi ini menimbulkan antrean warga dan kekhawatiran terjadinya spekulan harga.
Tim Terpadu menegaskan akan berkoordinasi dengan distributor dan agen untuk memastikan distribusi LPG lancar dan tidak disalahgunakan. Mereka juga mengimbau pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak dan meminta masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan.
Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, S.H., menegaskan bahwa jajaran Polsek akan terus mendukung Pemerintah Kecamatan dalam memastikan distribusi bahan pokok berjalan aman.
Ia menyampaikan bahwa temuan dalam monitoring kali ini akan segera dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk mendorong langkah-langkah penanganan.
“Kami bersama pemerintah kecamatan dan Koramil terus memantau dinamika harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di lapangan. Temuan terkait kenaikan harga cabai rawit dan kelangkaan LPG 3 kg akan segera kami laporkan untuk ditindaklanjuti. Harapannya, masyarakat tetap tenang karena pengawasan akan terus kami lakukan secara berkesinambungan,” ujar Iptu Hudson Siahaan. (Agg)
Editor : Hanif