Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Refleksi 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau, Uskup Tegaskan Pentingnya Misi Pendidikan dan Kesehatan

Hanif PP • Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:06 WIB

 

TALK SHOW: Para narasumber panitia dan peserta kegiatan Talks Show 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau saat foto bersama di Mega Tenda Keuskupan Sanggau, Kabupaten Sanggau.
TALK SHOW: Para narasumber panitia dan peserta kegiatan Talks Show 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau saat foto bersama di Mega Tenda Keuskupan Sanggau, Kabupaten Sanggau.

PONTIANAK POST – Panitia Perayaan 100 Tahun Paroki Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Sanggau menggelar gelar wicara (talk show) bertajuk "100 Tahun Penziarahan, Hidup, Berkembang, dan Berkarya Tak Berkesudahan". Kegiatan ini berlangsung di Mega Tenda Keuskupan Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kamis (8/1).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad Paroki Katedral yang dipadukan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama jajaran rohaniwan serta umat Keuskupan Sanggau. Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng CP, Anggota Komisi IV DPR RI Paolus Hadi, Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, dan Pastor Fritz.

Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng CP, menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya milik paroki, melainkan seluruh umat Katolik di Keuskupan Sanggau. Menurutnya, penetapan Sanggau sebagai pusat misi merupakan rahmat yang membentuk identitas iman masyarakat setempat.

"Pesta 100 tahun ini adalah momen untuk mengenang sejarah perjuangan para misionaris. Karena dedikasi mereka, kita memiliki akses pendidikan melalui sekolah, layanan kesehatan di klinik, serta asrama," ujar Mgr. Valentinus.

Ia menambahkan, kehadiran gereja tidak hanya bertujuan mewartakan iman, tetapi juga melakukan upaya humanisasi atau memanusiakan manusia. Melalui pendidikan dan kesehatan, misi Katolik membawa sejarah pembebasan dari keterbelakangan dan kemiskinan.

"Kita belajar dari sejarah untuk membuat sejarah kita sendiri. Ini adalah awal bagi kita untuk menyongsong 100 tahun ke depan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Paolus Hadi, mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perkembangan iman di Sanggau. Ia berharap umat mengambil peran aktif dalam penguatan gereja yang nantinya berdampak positif bagi pembangunan bangsa.

Sementara itu, Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengajak umat menjadikan momentum ini sebagai titik balik (starting point) untuk memperkuat persatuan dan keimanan berdasarkan pengalaman sejarah yang telah dilalui.

Ketua Panitia Perayaan, Kubin, menjelaskan bahwa persiapan satu abad Paroki Katedral ini telah dilakukan selama tujuh bulan. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sanggau dan seluruh pihak yang terlibat.

"Selain gelar wicara, agenda hari ini dilanjutkan dengan lomba 'Katedral Idol' untuk menggali potensi seni suara umat. Pada Jumat (9/1) malam, akan digelar jamuan makan malam (gala dinner) dan pemutaran video sejarah untuk menyambut kedatangan 14 uskup dari berbagai daerah," jelas Kubin.

Puncak rangkaian acara akan dilaksanakan pada Sabtu (10/1) pagi melalui Misa Syukur di Gereja Katedral Sanggau, yang kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh umat.(agg)

Editor : Hanif
#pendidikan #100 tahun #perayaan #paroki #kesehatan #katedral