PONTIANAK POST — Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sanggau masih menjadi perhatian serius. Data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau menunjukkan, pelecehan seksual mendominasi jenis kekerasan yang dialami anak-anak di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos P3AKB Kabupaten Sanggau, Titin Sumarni, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 40 kasus kekerasan terhadap anak, meningkat dibandingkan 38 kasus pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan kasus pelecehan seksual.
“Kasus pelecehan seksual masih mendominasi dan ini menjadi keprihatinan bersama,” ujar Titin saat ditemui di Sanggau, Selasa (3/2).
Menurutnya, peningkatan jumlah kasus tidak hanya menunjukkan masih tingginya tindak kekerasan terhadap anak, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian kekerasan yang sebelumnya kerap tersembunyi.
Baca Juga: Ayah Kandung di Sanggau Dituntut Jaksa atas Kasus Kekerasan Seksual Anak
Dinsos P3AKB Kabupaten Sanggau terus berupaya melakukan pencegahan melalui edukasi, pendampingan korban, serta koordinasi lintas sektor dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka kekerasan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak dengan melaporkan setiap dugaan kasus serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.(agg)
Editor : Hanif