Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Program MBG di Sanggau Disorot, Satgas Temukan Telur Busuk dan Distribusi Makanan Bermasalah

Hanif PP • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:48 WIB

 

Susana Herpena
Susana Herpena

PONTIANAK POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sanggau menuai sorotan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG, ditemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari penggunaan kantong plastik kresek untuk membungkus makanan hingga ditemukannya telur busuk yang sempat diterima siswa.

Temuan tersebut terungkap saat tim Satgas melakukan sidak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa lokasi, di antaranya Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, serta di Kelurahan Bunut.

Ketua Satgas Percepatan MBG Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program peningkatan gizi bagi anak-anak itu berjalan sesuai standar. “Dari hasil sidak yang kami lakukan, masih ditemukan beberapa hal yang harus segera diperbaiki oleh pengelola SPPG,” ujarnya, Kamis (12/3).

Selain penggunaan kantong plastik dalam pendistribusian makanan, Satgas juga menerima laporan adanya makanan yang tidak layak konsumsi. Bahkan, ditemukan telur busuk yang sempat dibagikan kepada siswa di sekolah.

Temuan tersebut langsung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Satgas menilai kualitas makanan yang disalurkan harus benar-benar terjamin karena berkaitan langsung dengan kesehatan para pelajar.

Tak hanya soal kualitas bahan makanan, Satgas juga menyoroti variasi menu yang dinilai masih kurang. Berdasarkan laporan yang diterima, makanan yang disajikan kepada siswa cenderung berulang, seperti telur, roti kemasan, dan buah jeruk. “Kami sudah memberikan peringatan keras kepada pengelola SPPG agar memperbaiki kualitas layanan, baik dari sisi pengolahan makanan, kebersihan, hingga variasi menu,” tegas Susana.

Ia menegaskan, program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak. Karena itu, pengelola dapur SPPG diminta menjalankan program tersebut sesuai standar yang telah ditetapkan.

Satgas MBG Sanggau memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan program ini akan terus diperketat. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. (agg)

Editor : Hanif
#sanggau #sidak #distribusi makanan #telur busuk #program Makan Bergizi Gratis #Satgas MBG