Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Buka Musrenbang Sanggau, Wagub Kalbar Dorong Perencanaan Bottom-Up dan Tegaskan Peran CSR Perusahaan

Hanif PP • Jumat, 13 Maret 2026 | 14:02 WIB

 

SAMBUTAN: Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Sanggau.
SAMBUTAN: Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Sanggau.

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan teguran keras kepada para pelaku usaha dan investor yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau. Ia meminta perusahaan tidak hanya mengeruk kekayaan alam tanpa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.

"Jangan hanya mengeruk hasil bumi Kabupaten Sanggau lalu dibawa ke luar. Saya mengimbau seluruh pelaku usaha agar mencintai dan peduli terhadap Kalimantan Barat," tegas Krisantus saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sanggau, Kamis (12/3).

Krisantus menekankan bahwa kepedulian investor harus diwujudkan melalui pelaksanaan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai peraturan perundang-undangan. Menurutnya, kontribusi perusahaan sangat krusial dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia menilai keberadaan investasi seharusnya menjadi solusi pembangunan, bukan sekadar pemanfaatan sumber daya. "Cintai Sanggau. Jika sudah cinta, tentu kepeduliannya tinggi sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera," ujarnya.

 

Perencanaan Bottom-Up

Terkait pelaksanaan Musrenbang, Wagub menjelaskan bahwa forum ini merupakan instrumen penting dalam menyerap aspirasi pembangunan secara bottom-up (dari bawah ke atas), bukan top-down. Hal ini bertujuan agar kebijakan dan prioritas pembangunan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Selain aspirasi, musrenbang menjadi sarana sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Krisantus menyebut pembangunan provinsi adalah akumulasi dari kemajuan 14 kabupaten/kota di Kalbar.

"Sesuatu kalau dikerjakan secara gotong-royong tentu akan lebih ringan karena ada proses berbagi peran dan tanggung jawab," imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini tetap memprioritaskan sektor strategis seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Fokus ini diambil untuk memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang saat ini berada di angka 72.

Selain masalah pembangunan, Krisantus menyinggung perlunya revisi tata ruang yang selama ini dinilai terlalu bersifat top-down sehingga kerap memicu konflik horizontal di masyarakat. Di akhir penyampaiannya, ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying terkait isu ketersediaan BBM. "Jangan panik, yakin dan percayalah BBM itu ada," pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
#sanggau #Krisantus Kurniawan #Wagub Kalbar #perencanaan pembangunan #CSR #bottom up