PONTIANAK POST — Operasi pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) MV JH 07, Yan Zhe, yang hilang akibat kecelakaan kapal di Sungai Kapuas, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh, Kamis (19/3) sore.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian sejak hari pertama kejadian. Pada hari terakhir, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran visual di permukaan air serta penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai.
“Pada hari ketujuh ini, pencarian dilakukan dengan pola visual dan penyelaman dengan luas area mencapai radius hingga 10 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujar Junetra, Minggu (22/3).
Namun hingga pukul 16.35 WIB, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tim SAR tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Baca Juga: Hari Keempat ABK Kapal Terbalik di Sungai Kapuas Belum Ditemukan, Area Pencarian Diperluas
“Operasi SAR hari ketujuh dihentikan sementara dengan hasil nihil. Korban atas nama Yan Zhe belum ditemukan,” katanya.
Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak perusahaan PT WAI serta seluruh unsur SAR yang terlibat, disimpulkan bahwa operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pada pukul 17.10 WIB, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR.
“Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Kansar Pontianak tetap melakukan pemantauan dan koordinasi. Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,” ujar Junetra.
Kata Junetra, insiden terbaliknya kapal MV JH 07 di Sungai Kapuas itu melibatkan tiga orang korban. “Dua di antaranya, Benget Situmeang dan Shang Mingde, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, hingga operasi pencarian dihentikan, Yan Zhe masih dinyatakan hilang,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair