PONTIANAK POST – Perjalanan bus DAMRI rute Sintang–Pontianak berakhir tragis di turunan curam Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4) siang.
Bus yang membawa puluhan penumpang itu diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun dan berliku, hingga sopir kehilangan kendali dan menyebabkan kecelakaan tunggal.
Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB di kawasan Turunan Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Kendaraan yang terlibat merupakan bus Mercedes-Benz berwarna putih dengan nomor polisi KB 7710 S yang dikemudikan sopir berinisial SI.
Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, mengatakan bus tersebut berangkat dari Sintang sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan Terminal Ambawang, Pontianak.
Dalam perjalanan, kendaraan sempat menaikkan penumpang di Tugu BI atau agen DAMRI.
“Jumlah penumpang tercatat 29 orang. Jika ditambah sopir dan kru, totalnya 31 orang,” ujarnya.
Menurut Andiet, sopir mengaku telah mengemudikan kendaraan secara hati-hati karena mengetahui adanya masalah pada sistem pengereman.
Namun saat memasuki turunan curam di kawasan Penyeladi yang disertai tikungan ke kanan, kendaraan diduga mengalami gangguan pada rem.
Akibatnya, sopir kehilangan kendali. Bus sempat oleng ke kiri sebelum akhirnya dibanting ke arah kanan hingga terjadi kecelakaan tunggal di area permukiman warga.
“Lokasi kejadian memang berada di jalur menurun yang cukup berbahaya,” kata Andiet.
Akibat insiden tersebut, satu orang penumpang meninggal dunia di tempat. Selain itu, sedikitnya 20 penumpang mengalami luka-luka, terdiri dari 10 orang luka berat dan 10 lainnya luka ringan. Salah satu korban bahkan dilaporkan mengalami putus tangan akibat kerasnya benturan.
Proses evakuasi korban melibatkan tim gabungan dari pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), serta tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan bus DAMRI tersebut. Pihaknya mengaku masih melakukan pemantauan terhadap penanganan kejadian tersebut.
Baca Juga: Kecelakaan di Pelabuhan Teluk Batang, Motor Rem Blong Tabrak Portal dan Lukai Petugas
“Iya, saya sedang monitor,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Hingga Minggu sore, proses evakuasi korban telah selesai dan seluruh korban telah dibawa ke RSUD Sanggau.
Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan sementara mengarah pada gangguan sistem pengereman atau rem blong saat kendaraan melintasi jalur turunan yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
Polisi juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan umum, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan demi mencegah kejadian serupa. (nda/bar/agg)
Editor : Miftahul Khair