PONTIANAK POST – Aparat kepolisian tengah melakukan investigasi terhadap kecelakaan bus yang terjadi di turunan tikungan Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia bernama Martini dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
“Kami melakukan pengamanan lokasi, mendata korban, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk pengemudi bus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Sanggau untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Dari hasil sementara, dugaan penyebab kecelakaan adalah kombinasi antara faktor teknis kendaraan, yakni rem yang tidak berfungsi optimal, serta kondisi jalan yang menurun dan berbelok,” jelasnya.
DAMRI Turut Investigasi
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhori, menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas peristiwa tersebut dan memastikan penanganan korban menjadi prioritas.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya salah satu penumpang. Saat ini kami fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak DAMRI akan bertanggung jawab terhadap para korban, termasuk menyiapkan santunan bagi keluarga korban meninggal dunia serta melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. "Kami akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui sebab kecelakaan tersebut," tambahnya.
Dugaan Rem Blong
Sebagai informasi, Bus DAMRI berjenis Mercedes-Benz berwarna putih dengan nomor polisi KB 7710 S mengangkut puluhan penumpang dalam perjalanan dari Terminal Sidomulyo (Pinoh) menuju Terminal Ambawang, pada Minggu (5/4) pagi. Bus membawa 31 penumpang, ditambah sopir dan kernet
Kendaraan dikemudikan oleh Indra (27), warga Jalan Raya Desa Kapur, Komplek Bumi Mekar Damai, Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi rem kendaraan yang tidak berfungsi secara optimal. Dugaan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan pihak kepolisian.
Informasi sementara dari kepolisian menyebutkan, sebelum kejadian, kondisi sistem pengereman kendaraan sempat dikeluhkan oleh pengemudi lain bernama Sandi yang sebelumnya mengemudikan bus tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa rem kendaraan mengalami gangguan.
Meski telah dilaporkan, kendaraan tetap dioperasikan untuk melayani perjalanan penumpang. Pada Sabtu (4/4), bus tersebut bahkan kembali digunakan untuk membawa penumpang menuju Terminal Sidomulyo di Pinoh. Selama perjalanan, pengemudi Indra mengaku mengemudikan kendaraan dengan kecepatan rendah karena menyadari adanya potensi masalah pada sistem pengereman.
Namun saat memasuki turunan Penyeladi yang memiliki kontur jalan curam dan tikungan tajam, kendaraan diduga kehilangan kendali akibat rem tidak berfungsi maksimal. Bus sempat oleng sebelum akhirnya mengalami kecelakaan tunggal.
Akibat kejadian tersebut, satu penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, enam penumpang mengalami luka berat, salah satunya dilaporkan kehilangan lengan kanan dan telah dirujuk ke Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD M.Th. Djaman Sanggau.
Truk CPO Tabrak Rumah Warga
Selain kecelakaan bus tersebut, pada malam harinya sekitar pukul 23.50 WIB kembali terjadi kecelakaan di kawasan Penyeladi yang melibatkan kendaraan roda enam merek Hino bernomor polisi B 9514 TFV.
Kendaraan yang dikemudikan Heljairi (54), warga Jalan Raya Air Hitam, Sungai Nipah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, menabrak rumah warga setelah diduga keluar jalur saat berpapasan dengan kendaraan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kedua tersebut, namun bangunan rumah milik warga bernama Marsaid mengalami kerusakan. Truk sendiri telah dievakuasi dari kawasan rumah warga pada Senin (6/4) pagi.
Rangkaian dua kecelakaan dalam satu hari ini kembali menyoroti tingkat kerawanan jalur Penyeladi yang dikenal memiliki turunan curam serta tikungan tajam. "Kami mengimbau pengemudi dan perusahaan transportasi untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan," pungkas Kapolsek Kapuas. (Agg)
Editor : Hanif