Minyak Goreng Mulai Langka di Sanggau, Distribusi Tersendat dan Harga Beragam di Pasaran

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 15:28 WIB
Ilustrasi minyak goreng. (Jawa Pos)
Ilustrasi minyak goreng. (Jawa Pos)

PONTIANAK POST Ketersediaan minyak goreng (migor) di Kabupaten Sanggau mulai mengalami kelangkaan beberapa hari terakhir. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng di pasaran, baik di toko kelontong maupun ritel modern.

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop) Kabupaten Sanggau Rizma Aminin mengungkapkan, kondisi tersebut dipicu oleh terganggunya distribusi dari pihak distributor ke daerah.

“Kelangkaan ini bukan karena produksi tidak ada, tetapi lebih kepada distribusi yang tersendat, sehingga pasokan ke Sanggau menjadi terlambat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi membuat stok di tingkat pengecer cepat menipis, sedangkan permintaan masyarakat tetap tinggi.

“Di tingkat distributor sebenarnya masih tersedia, namun belum tersalurkan secara maksimal ke pengecer. Ini yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng,” tambahnya.

Kondisi berdampak pada harga yang cenderung bervariasi di pasaran. Di beberapa titik, harga migor mengalami kenaikan akibat keterbatasan stok.

Menurut Rizma, Disperindagkop Sanggau berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait guna mempercepat distribusi agar kembali normal. Pengawasan di lapangan juga diperketat untuk mencegah adanya praktik penimbunan.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, karena itu justru mempercepat habisnya stok di pasaran,” tegasnya. (Agg)

Editor : Hanif
tersendat Distribusi minyak goreng Ritel Modern langka