Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran pemilih pemula tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia menyebutkan bahwa pemilih pemula bukan sekadar pelengkap dalam proses pemilu, melainkan penentu masa depan bangsa.
“Dengan jumlah yang cukup signifikan, suara pemilih pemula dapat memengaruhi hasil pemilu secara keseluruhan. Mereka juga menjadi simbol keberlanjutan demokrasi yang sehat dan dinamis,” ujarnya.
Susana menjelaskan, pemilu yang berkualitas harus memenuhi sejumlah indikator, antara lain berlangsung secara jujur dan adil, memiliki transparansi dan akuntabilitas, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan cerdas, penyelenggara yang profesional dan independen, serta situasi yang aman dan kondusif.
Selain itu, menurutnya, demokrasi yang baik juga ditandai dengan kebebasan berpendapat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta adanya kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.
Ia juga mengingatkan para pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029 agar memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Mereka diharapkan mampu mencari informasi yang benar dan terpercaya, bersikap rasional dan objektif dalam menentukan pilihan, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan toleransi terhadap perbedaan.
“Saya mengajak para pemilih pemula untuk menjadi agen perubahan dan pelopor dalam menciptakan pemilu yang damai, bermartabat, dan berkualitas. Gunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab, karena satu suara sangat berarti bagi masa depan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Mohammad Bari, menyampaikan bahwa pemilih pemula merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Menurutnya, kehadiran generasi muda tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi penentu arah pembangunan bangsa dan daerah ke depan.
Ia menambahkan, pendidikan politik tidak hanya sebatas mengenal partai politik atau calon pemimpin, tetapi juga membangun kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara, pungkasnya.(*)