Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Ontot Berang Lihat PETI Kapuas-Sekayam, Peringatkan Bencana Besar Bila Terus Dibiarkan

Agung Rajali Saputra • Senin, 27 April 2026 | 11:55 WIB
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot

PONTIANAK POST - Amarah Bupati Sanggau Yohanes Ontot pecah saat melihat Sungai Kapuas dan Sekayam terus dieksploitasi pelaku pertambangan emas ilegal (PETI/Pertambangan Emas Tanpa Izin). Praktik ilegal tersebut dinilai bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat dan kelestarian ekosistem.

Ontot menegaskan bahwa kerusakan alam akibat tambang ilegal dapat memicu bencana ekologis dalam skala luas. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Samer Weekend di Stadion Sabang Merah, Sabtu (25/4).

“Kami sudah berkali-kali mengingatkan. Aktivitas ini berdampak buruk secara luas, bahkan bisa memicu bencana jika kita tidak menjaga alam,” ujar Ontot.

Menurutnya, praktik PETI yang dilakukan secara sporadis dan tanpa regulasi mempercepat kerusakan ekosistem sungai. Dampaknya sangat dirasakan oleh warga yang selama ini menggantungkan hidup pada sumber air tersebut.

Baca Juga: Kasus TBC di Landak Masih Tinggi, Karolin Evaluasi Kinerja Puskesmas dan Pengobatan Pasien

“Aktivitas PETI ini membahayakan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat karena dilakukan tanpa aturan,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau mengklaim telah berupaya menekan praktik tersebut melalui penerbitan surat edaran larangan. Namun, imbauan tersebut dinilai belum memberikan efek jera karena para pelaku dilaporkan masih terus beroperasi di sepanjang aliran sungai.

Di lapangan, aktivitas PETI di Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam dilaporkan kembali meningkat. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait kerusakan daerah aliran sungai (DAS), sedimentasi, serta potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sejauh ini, kegiatan ilegal yang telah berlangsung lama tersebut belum mendapatkan penindakan tegas yang signifikan di lapangan. Ontot pun mengimbau seluruh pihak untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Kami mohon kesadaran semua pihak. Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkasnya. (agg)

Editor : Hanif
#Beranda #peti #sungai kapuas #SEKAYAM #Bupati Sangau