Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dari Dapur ke Lingkungan, Warga Tanjung Sekayam Belajar Mengelola Sampah

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 29 April 2026 | 22:33 WIB
Warga Tanjung Sekayam mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.
Warga Tanjung Sekayam mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

 

PONTIANAK POST - Dari sisa dapur hingga plastik rumah tangga, sampah yang kerap diabaikan kini diubah menjadi gerakan bersama demi lingkungan yang lebih sehat.

Kesadaran itu dibangun melalui sosialisasi pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (28/9/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah.

Harapannya, kebiasaan kecil ini mampu menekan dampak lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Sumardi, Lurah Tanjung Sekayam Siti Nurhayati, Babinsa Peltu Imam Kambali, serta Bhabinkamtibmas Bripka Hasbiallah.

Turut serta para Ketua RT, Pokdarwis Sentana dan Muara Kantu, serta kader PKK setempat.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap sampah.

Sampah tidak lagi sekadar dibuang, tetapi harus dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali.

Bhabinkamtibmas Bripka Hasbiallah menegaskan peran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kami mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan kecil dari rumah akan berdampak besar bagi lingkungan.

Kesadaran kolektif dinilai penting untuk menciptakan pola hidup bersih dan sehat.

Kapolsek Kapuas Iptu Marianus juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai pengelolaan sampah yang baik berpengaruh langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Lingkungan bersih akan menciptakan situasi yang aman dan nyaman. Ini bagian dari upaya menjaga kamtibmas,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diarahkan menjadikan Tanjung Sekayam sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Fokus utamanya pada pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumber.

Melalui langkah ini, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari yang menjaga bumi tetap layak dihuni. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pemilahan sampah #Tanjung Sekayam #pengelolaan sampah #kalbar #Lingkungan Bersih