PONTIANAK POST – Di tengah sorotan publik terhadap polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, SMAN 1 Sanggau memilih fokus membangun ketenangan dan kepercayaan diri para siswanya jelang tanding ulang.
Sekolah tidak hanya menyiapkan penguasaan materi lomba, tetapi juga menjaga kondisi fisik dan mental peserta agar tetap stabil saat menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.
Kepala SMAN 1 Sanggau, Lasino mengatakan, kesehatan siswa menjadi perhatian utama karena dinilai sangat memengaruhi konsentrasi dan performa saat bertanding.
“Kami ingin anak-anak berangkat dalam kondisi sehat dan bugar, begitu juga saat pulang nanti. Fisik sangat menentukan kesiapan mereka di arena lomba,” ujarnya kepada Pontianak Post, Kamis (14/5/2026) sore.
Di balik latihan dan persiapan materi, sekolah juga berupaya menjaga mental para peserta agar tidak terbebani tekanan maupun polemik yang berkembang.
Menurutnya, rasa percaya diri menjadi modal penting bagi siswa untuk tampil maksimal setelah melewati proses persiapan panjang.
“Kami terus menguatkan mental mereka agar tetap yakin dengan kemampuan sendiri dan semua usaha yang sudah dilakukan selama ini,” kata Lasino.
Tak hanya itu, para siswa juga diingatkan untuk tetap menjaga spiritualitas selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba berlangsung.
“Kami selalu mengingatkan anak-anak untuk tetap berdoa, bersyukur, dan menyerahkan hasil terbaik kepada Tuhan,” tambahnya.
Tanding ulang LCC Empat Pilar MPR RI sendiri menjadi perhatian publik setelah muncul persoalan penilaian pada final tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Di tengah situasi tersebut, SMAN 1 Sanggau berharap para siswa tetap mampu tampil tenang dan membawa nama sekolah serta Kabupaten Sanggau dengan hasil terbaik. (Agg)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro