PONTIANAK POST – Suara takbir menggema di ruas-ruas jalan Kota Sanggau saat ratusan peserta mengikuti Festival Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sabtu (30/5). Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sanggau itu diikuti sekitar 400 peserta yang tergabung dalam 27 kelompok pawai.
Festival tahunan tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat. Selain sebagai syiar Islam, pawai takbiran juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan pelajar, santri, majelis taklim, organisasi keagamaan, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan dalam satu perayaan yang penuh semangat persaudaraan.
Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati sejumlah titik di sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa berbagai atribut bernuansa Islami.
Para peserta menampilkan kreativitas masing-masing sambil mengumandangkan takbir sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan menyambut Hari Raya Iduladha.
Kemeriahan semakin terasa ketika rombongan pawai melintasi pusat kota. Warga yang berdiri di tepi jalan tampak antusias menyaksikan jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sanggau, Risma Aminin, yang mewakili Bupati Sanggau, menyampaikan apresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Sanggau atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Festival Pawai Takbiran bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana mengagungkan asma Allah SWT, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas, ketertiban, dan keselamatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Kesuksesan kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Festival ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pondok pesantren, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga instansi pemerintah.
Keberagaman peserta mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama dalam perayaan Iduladha.
Salah seorang warga yang menyaksikan pawai, Fadli (35), mengaku sengaja membawa keluarganya untuk melihat langsung kemeriahan festival tersebut.
“Setiap tahun kami selalu menonton pawai takbiran. Anak-anak jadi lebih memahami makna Iduladha dan merasakan suasana kebersamaan umat Islam di Sanggau,” katanya.
Menurut Fadli, kegiatan seperti ini penting dipertahankan karena menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Sanggau menerjunkan 37 personel gabungan dari Pleton Siaga Regu I Polres Sanggau dan Polsek Kapuas.
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pawai, mulai dari lokasi keberangkatan hingga titik akhir kegiatan.
Rute pawai dimulai dari Halaman Kantor Bupati Sanggau, kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani, Jalan Mangga, Jalan Pangeran Mas, Jalan Rambai, Jalan Jenderal Sudirman, dan kembali ke titik awal sebagai garis finis.
Padal Pengamanan AKP Subardi mengatakan pengamanan dilakukan melalui pola pengawalan terbuka dan tertutup guna memastikan keselamatan peserta dan masyarakat.
“Kami melaksanakan pengamanan secara menyeluruh mulai dari lokasi keberangkatan, sepanjang rute pawai hingga titik akhir kegiatan. Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada peserta dan masyarakat,” ujarnya.
Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa hasil penilaian Festival Pawai Takbiran akan diumumkan pada 15 Juni 2026, bertepatan dengan malam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Pengumuman akan dilaksanakan di Masjid Jami Sultan Ayyub, Jalan Pangeran Mas, Kecamatan Kapuas.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta sinergi TNI dan Polri, Festival Pawai Takbiran Iduladha 1447 H berlangsung meriah, aman, dan tertib. Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya menjadi sarana syiar, tetapi juga perekat persaudaraan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Sanggau. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro