PONTIANAK POST – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang diduga mempermainkan tata niaga kelapa sawit di Kabupaten Sanggau. Peringatan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Sanggau di ruang kerjanya, Rabu (3/6).
Dalam pertemuan itu, APKASINDO menyampaikan berbagai keluhan petani terkait rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima petani dibandingkan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Susana menegaskan Pemkab Sanggau tidak akan tinggal diam apabila ditemukan praktik-praktik yang merugikan petani sawit.
Baca Juga: Bareskrim Usut Dugaan Akal-Akalan Data Ekspor Sawit, Kantor Eksportir Digeledah
"Saya ingatkan kepada pihak-pihak yang mencoba memainkan harga maupun tata niaga sawit, jangan mempermainkan nasib petani. Pemerintah akan hadir dan bertindak sesuai aturan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran," tegas Susana.
Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Sanggau. Karena itu, kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama.
"Petani adalah bagian penting dari pembangunan daerah. Jangan sampai mereka dirugikan oleh ulah segelintir oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi," ujarnya.
Susana mengatakan pemerintah daerah mendukung investasi dan keberadaan perusahaan perkebunan sawit. Namun perusahaan juga harus mematuhi regulasi, termasuk dalam penerapan harga pembelian TBS sesuai ketentuan pemerintah.
Baca Juga: Harga Sawit Anjlok, Apkasindo Kritik Respons Pemkab Sanggau yang Dinilai Terlambat
"Kami mendukung dunia usaha, tetapi perusahaan juga harus menghormati hak-hak petani. Jangan ada permainan yang menyebabkan petani menerima harga yang tidak wajar," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Sanggau, Mahathir Muhammad, mengapresiasi komitmen Wakil Bupati Sanggau yang memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani sawit.
Menurut Mahathir, saat ini petani berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan maupun rantai tata niaga sawit agar harga yang diterima petani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami menyampaikan aspirasi petani terkait harga TBS dan berbagai persoalan di lapangan. Kami berharap ada langkah konkret sehingga petani tidak lagi dirugikan," ungkapnya.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas sejumlah isu strategis terkait perkebunan kelapa sawit, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga TBS di Kabupaten Sanggau. (agg)
Editor : Miftahul Khair