PONTIANAK POST — Kelompok Sukarelawan Ajis Matulesi bersama masyarakat menanam jagung hibrida di lahan seluas 1,5 hektare di Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
Penanaman menggunakan benih jagung hibrida Betras 1 dan mendapat dukungan Polsek Beduai, penyuluh pertanian, serta warga setempat. Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.
“Kami mendukung penuh setiap upaya masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif untuk kegiatan pertanian. Penanaman jagung hibrida ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan masyarakat. Karena itu, Polri akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada kelompok tani serta masyarakat yang mengembangkan sektor pertanian produktif.
Baca Juga: Polres Landak Salurkan Bantuan Seragam untuk Siswa SD Pedalaman di Jelimpo
Sementara itu, program 1 Desa 1 Hektar di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, mencatat hasil positif. Panen perdana jagung di lahan milik Antonius, Selasa (9/6), menghasilkan lebih dari 2 ton jagung. Kegiatan panen dihadiri Kapolsek Air Besar IPDA Dedi Iskandar, Bhabinkamtibmas Desa Sepangah Dionisius Jerry, Bhabinkamtibmas Desa Nyari AIPDA Wahyudin Libis, Kanit Provos AIPDA Yani, pemilik lahan Antonius, Kelompok Tani Bina Temawak Ayuk Desa Sepangah, serta para pekerja panen.
Dedi mengatakan keberhasilan panen menunjukkan pemanfaatan lahan produktif dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Antonius mengaku bersyukur panen perdana di lahannya menghasilkan lebih dari 2 ton jagung dan berharap produktivitas dapat meningkat pada musim tanam berikutnya.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. (agg/mif)
Editor : Hanif