Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Enam Ruang Kelas SDN 03 Sontas-Sanggau Rusak Berat, Siswa Terpaksa Menumpang Belajar

Agung Rajali Saputra • Senin, 15 Juni 2026 | 17:01 WIB
Kondisi bangunan SDN 03 Sontas Sanggau yang mengalami kerusakan. (ISTIMEWA)
Kondisi bangunan SDN 03 Sontas Sanggau yang mengalami kerusakan. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Kondisi SD Negeri 03 Sontas di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau memprihatinkan. Enam ruang kelas yang menjadi sarana utama kegiatan belajar mengajar mengalami kerusakan berat dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 80 persen.

Kerusakan terjadi pada berbagai bagian bangunan, mulai dari atap, dinding, lantai hingga sejumlah tiang penyangga yang sudah lapuk. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal dan aman.

Akibatnya, para siswa terpaksa menumpang belajar dengan memanfaatkan ruang yang masih dianggap layak digunakan. Situasi ini tentu berdampak pada kenyamanan serta efektivitas proses pembelajaran di sekolah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

Baca Juga: Bangunan Sekolah Belum Lima Tahun, Plafon SDN Ingko Tambe Roboh

Kepala SDN 03 Sontas, Muhammad Nil Asril, mengatakan kondisi bangunan sekolah telah lama menjadi perhatian pihak sekolah. Namun hingga kini, rehabilitasi menyeluruh belum terealisasi.

"Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu perbaikan gedung sekolah. Keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran ketika cuaca buruk melanda. Beberapa bagian bangunan dinilai berpotensi membahayakan apabila tetap digunakan dalam jangka panjang.

Kondisi SDN 03 Sontas menjadi potret masih adanya tantangan pemerataan pembangunan sarana pendidikan, khususnya di kawasan perbatasan. Di tengah berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, masih terdapat sekolah yang harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas dasar.

Baca Juga: SDN 8 Siduk Rusak Diterpa Angin Kencang, Kegiatan Belajar Tetap Berjalan dengan Pengaturan Khusus

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.

Selain itu, dunia usaha yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan juga diharapkan dapat menunjukkan kepedulian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan akses pendidikan yang layak bagi generasi penerus bangsa, terutama di daerah terdepan yang menjadi wajah Indonesia di kawasan perbatasan. (agg)

Editor : Miftahul Khair
#bangunan sekolah rusak #sekolah perbatasan #sanggau #entikong