PONTIANAK POST – Bupati Sanggau Yohanes Ontot mewanti-wanti dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Kabupaten Sanggau agar menjalankan tugas secara profesional, objektif dan bebas dari praktik nepotisme.
Pesan tersebut disampaikannya saat melantik dewan pengawas, dewan hakim dan sekretariat dewan hakim MTQ ke-34 Kabupaten Sanggau di Kecamatan Tayan Hilir, Rabu (17/6).
Pelantikan yang berlangsung menjelang pembukaan MTQ itu turut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Sekretaris Daerah Aswin Khatib, unsur Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ontot menegaskan bahwa integritas dewan hakim menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan MTQ. Karena itu, para hakim diminta menjaga independensi dan menjunjung tinggi rasa keadilan dalam memberikan penilaian kepada peserta.
“Hakim itu harus shiratol mustaqim, harus lurus, tidak boleh belok-belok. Tidak boleh nepotisme,” tegas Ontot.
Ia mengatakan, hasil penilaian dewan hakim tidak hanya menentukan juara di tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi dasar dalam mempersiapkan kafilah yang akan mewakili Kabupaten Sanggau pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat bahkan nasional.
Karena itu, objektivitas dalam proses penilaian harus benar-benar dijaga agar peserta yang terpilih merupakan yang terbaik berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
Baca Juga: Pemkab Sanggau Percepat Persiapan Arena MTQ Kabupaten di Tayan Hilir
“Harapan saya objektivitas dalam penilaian itu menjadi sangat penting, karena output-nya berdampak terhadap event berikutnya, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Selain dewan hakim, Ontot juga mengingatkan dewan pengawas agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Menurutnya, pengawasan yang baik akan memastikan seluruh proses perlombaan berjalan sesuai aturan dan terhindar dari berbagai persoalan yang dapat mencederai semangat kompetisi.
Meski demikian, Ontot mengaku optimistis seluruh unsur yang dilantik mampu menjalankan tugas dengan baik. Ia menilai para dewan hakim, pengawas maupun sekretariat yang ditunjuk merupakan figur-figur yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.
“Saya yakin mereka yang diangkat menjadi dewan pengawas, dewan hakim serta sekretariat ini adalah orang-orang yang punya pengalaman dan profesional sehingga tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” pungkasnya. (agg)
Editor : Miftahul Khair