Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ikut Memanen, Sekda Sanggau Apresiasi Lahan Eks Tempat Pembuangan Sampah Disulap Jadi Kebun Terong Produktif

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 21 Juni 2026 | 15:47 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Aswin Khatib menghadiri panen terong bersama Kelompok Piasak Peduli Sampah (KPPS) di Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (21/6/2026). Lahan bekas tempat pembuangan sampah yang dikelola warga kini mampu menghasilkan 20 hingga 30 ton terong dalam satu periode tanam dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Aswin Khatib menghadiri panen terong bersama Kelompok Piasak Peduli Sampah (KPPS) di Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (21/6/2026). Lahan bekas tempat pembuangan sampah yang dikelola warga kini mampu menghasilkan 20 hingga 30 ton terong dalam satu periode tanam dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

 

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib, mengapresiasi inovasi Kelompok Piasak Peduli Sampah (KPPS) Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, yang berhasil mengubah lahan bekas tempat pembuangan sampah menjadi kebun terong produktif. Dari lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut, warga mampu menghasilkan 20 hingga 30 ton terong dalam satu periode tanam.

Apresiasi itu disampaikan Aswin saat menghadiri panen terong bersama anggota KPPS di Dusun Piasak, Minggu (21/6/2026). Hadir pula Sekcam Tayan Hilir Tri Wanda, Kepala Desa Pedalaman Sunarto, Manager CSR IR PT ANTAM Widia Fermata, serta Ketua KPPS Muhammad Robert EO.

Dari Lahan Tak Produktif Menjadi Sumber Penghasilan Warga

Aswin menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

"Ini merupakan inovasi yang sangat baik dan patut diapresiasi. Dari lahan yang sebelumnya merupakan kawasan eks sampah, kini mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi dan menambah pendapatan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan KPPS tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT ANTAM yang memberikan akses pemanfaatan lahan kepada kelompok masyarakat.

Dikelola 12 Warga, Hasilkan Puluhan Ton Terong

Aswin mengatakan, selain memperoleh penghasilan dari pengelolaan sampah, anggota KPPS kini memiliki sumber pendapatan tambahan melalui usaha pertanian yang dikelola secara bersama.

Ia menyebut lahan lebih dari satu hektare yang digarap 12 anggota kelompok itu mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 ton terong dalam satu musim tanam.

"Hasil yang dicapai sangat baik. Dikelola oleh 12 anggota kelompok dan mampu menghasilkan puluhan ton terong. Dukungan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Panen Setiap Lima Hari, Dipasarkan Hingga Pontianak

Sementara itu, anggota KPPS sekaligus petani terong, Saiful, mengatakan panen dilakukan setiap lima hari sekali dengan hasil mencapai tiga hingga empat ton setiap panen.

Menurutnya, hasil panen dipasarkan ke Pasar Flamboyan Pontianak dan sejumlah pasar di Kabupaten Sanggau. Harga jual terong saat ini sekitar Rp12 ribu per kilogram.

"Kami berharap ke depan ada lebih banyak mitra yang bekerja sama untuk menyerap hasil panen dari kebun ini," katanya.

Menjadi Inspirasi Pemberdayaan Berbasis Lingkungan

Keberhasilan warga Dusun Piasak mengubah lahan eks tempat pembuangan sampah menjadi kebun terong produktif diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya.

Selain mengurangi persoalan lingkungan, pemanfaatan lahan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa. (Agg)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#sanggau #lahan #pertanian #sekda #terong