PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib, mengapresiasi keberhasilan Kelompok Piasak Peduli Sampah (KPPS) Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, yang mengubah lahan eks tempat pembuangan sampah menjadi kebun terong produktif.
Apresiasi tersebut disampaikan Aswin saat menghadiri panen terong bersama anggota KPPS, Minggu (21/6). Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Camat Tayan Hilir Tri Wanda, Kepala Desa Pedalaman Sunarto, Manager CSR IR PT ANTAM Widia Fermata, serta Ketua KPPS Muhammad Robert EO.
Aswin menilai keberhasilan tersebut menjadi contoh kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber ekonomi baru bagi warga.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik dan patut diapresiasi. Dari lahan yang sebelumnya merupakan kawasan eks sampah, kini mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi dan menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: MTQ Ke-34 Jadi Simbol Kekompakan Pemda dan Masyarakat Sanggau
Menurut Aswin, keberhasilan KPPS tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT ANTAM yang memberikan akses pemanfaatan lahan kepada kelompok masyarakat tersebut.
Selain memperoleh pendapatan dari pengelolaan sampah, anggota KPPS kini juga memiliki sumber penghasilan tambahan melalui usaha pertanian yang dikelola secara bersama-sama.
“Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh perusahaan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga,” katanya.
Aswin mengungkapkan lahan seluas lebih dari satu hektare yang dikelola KPPS mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 ton terong dalam satu periode tanam.
“Hasil yang dicapai sangat baik. Dikelola oleh 12 anggota kelompok dan mampu menghasilkan puluhan ton terong. Dukungan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, petani terong sekaligus anggota KPPS, Saiful, mengatakan panen dilakukan setiap lima hari sekali dengan hasil mencapai tiga hingga empat ton dalam sekali panen.
Menurutnya, hasil panen dipasarkan ke Pasar Flamboyan Pontianak dan sejumlah pasar di Kabupaten Sanggau dengan harga jual sekitar Rp12 ribu per kilogram.
“Kami berharap ke depan ada lebih banyak mitra yang bekerja sama untuk menyerap hasil panen dari kebun ini,” katanya.
Keberhasilan pemanfaatan lahan eks tempat pembuangan sampah menjadi kebun terong produktif tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan. (agg)
Editor : Miftakhair