PONTIANAK POST – Pembinaan karakter generasi muda terus menjadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sanggau. Melalui kegiatan Generasi Anak Saleh (GAS) 2026, ratusan anak dibekali pendidikan akhlak, hafalan Al-Qur'an, hingga jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid Darul Akhirah, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam itu diikuti peserta dari berbagai Kelompok Belajar Mengaji (KBM) binaan LDII se-Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sanggau, Suyanto, mengatakan GAS merupakan bagian dari pembinaan generasi penerus melalui konsep Tri Sukses Generus, yakni membentuk generasi yang alim dan faqih, berakhlakul karimah, serta mandiri.
Baca Juga: Langkah Emas Anak Soleh, 124 Anak Ikuti Khitanan Massal Pegadaian di Pontianak
"Pembinaan karakter harus dimulai sejak usia dini. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, bertanggung jawab, dan siap menjadi generasi penerus bangsa," ujarnya.
Menurut Suyanto, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut generasi muda memiliki fondasi moral yang kuat. Karena itu, LDII secara konsisten menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan pembinaan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai perlombaan edukatif dan keagamaan, di antaranya tahfiz Al-Qur'an, azan, mewarnai, baca pegon, serta cerdas cermat keagamaan. Selain mengasah kemampuan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana melatih rasa percaya diri, sportivitas, dan kerja sama.
Ketua Panitia GAS 2026, Yusuf Abdullah, mengatakan antusiasme peserta dan orang tua cukup tinggi. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Peran Masjid Jami’atus Sholihin, Pusat Dakwah Tertua di Tanjung Saleh
"GAS bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah pembinaan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Kabupaten Sanggau berharap pembinaan karakter sejak usia dini dapat melahirkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan keagamaan. (agg)
Editor : Miftahul Khair