Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Gerakan Pangan Murah di Entikong, 2 Ton Beras SPHP Habis Terjual dalam Sehari

Uray Ronald • Kamis, 9 Juli 2026 | 02:40 WIB
Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Mako Polsek Entikong, Rabu (8/7/2026).(Humas Polres)
Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Mako Polsek Entikong, Rabu (8/7/2026).(Humas Polres)

 

PONTIANAK POST - Sebanyak 2 ton beras SPHP habis terjual dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polsek Entikong bersama Polres Sanggau dan Bulog Cabang Sanggau di depan Mako Polsek Entikong, Rabu (8/7/2026). Program ini membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah dinamika harga pangan.

Sebanyak 400 paket beras Premium SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp60.000 per kemasan. Antusiasme masyarakat Kecamatan Entikong membuat seluruh stok habis terjual pada hari yang sama.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Rasau Jaya, Wabup Kubu Raya Ajak Distributor Jaga Stabilitas Harga

Distribusi Beras SPHP Berjalan Tertib

Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke lokasi untuk membeli beras bersubsidi. Personel Polsek Entikong mengatur jalannya distribusi agar berlangsung tertib, lancar, dan tepat sasaran.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Polres Sanggau dan Bulog Cabang Sanggau sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di wilayah perbatasan.

Gerakan Pangan Murah di Entikong merupakan bagian dari penyaluran beras SPHP yang dilakukan Bulog untuk menjaga keterjangkauan harga beras.

Secara nasional, Perum Bulog menargetkan penyaluran 1,5 juta ton beras SPHP sepanjang 2026 melalui berbagai saluran, termasuk Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah, TNI-Polri, Rumah Pangan Kita (RPK), dan jaringan ritel modern sebagai instrumen stabilisasi harga pangan.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Salurkan 1.000 Paket Pangan Murah di Sukadana, Harga Dipangkas hingga Rp50 Ribu

Kapolsek: Polri Hadir Membantu Masyarakat

Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, S.H., menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian Polri dalam memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga yang lebih ringan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menurut Donny, habisnya seluruh 400 paket atau 2.000 kilogram beras SPHP menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Ia menilai antusiasme warga menjadi indikator bahwa program serupa masih sangat dibutuhkan. Karena itu, kolaborasi lintas instansi dinilai perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas.

Gerakan Pangan Murah Perkuat Ketahanan Pangan

Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara Polri dan warga.

Personel Polsek Entikong berkomunikasi langsung dengan masyarakat selama proses distribusi sehingga pelayanan berlangsung lebih dekat dan humanis.

Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga beras, dan mengantisipasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Program ini diharapkan turut menjaga daya beli masyarakat, khususnya di Kecamatan Entikong.

Baca Juga: Durian Entikong Dinobatkan Jadi Juara, Ungguli 50 Kontestan dari Berbagai Kabupaten di Kalbar

Komitmen Dukung Stabilitas Harga Pangan

Polsek Entikong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sinergi bersama Bulog dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau.

BPS melaporkan provinsi ini mengalami inflasi bulanan sebesar 0,94 persen pada Juni 2026, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi. 

Intervensi melalui penyaluran beras SPHP dan Gerakan Pangan Murah di Entikong menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau.*

Editor : Uray Ronald
#Bulog Sanggau #kabupaten sanggau #polsek entikong #Beras sphp #gerakan pangan murah