PONTIANAK POST – Polsek Beduai bergerak cepat memverifikasi 11 titik hotspot yang terdeteksi di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Rabu (22/7). Langkah ini dilakukan untuk memastikan titik panas yang terpantau melalui satelit tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana mengatakan verifikasi lapangan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence level) kategori sedang (medium).
Pengecekan dilakukan berdasarkan data dari aplikasi pemantauan Bongkar, BRIN Fire Hotspot, Sipongi, dan Geospatial Analytics & Monitoring (GAC).
Hotspot Tersebar di Dua Desa
Hasil verifikasi menunjukkan 11 hotspot berada di sejumlah dusun di Desa Sungai Ilai dan Desa Nawang Muda, Kecamatan Beduai.
Lokasi yang diperiksa meliputi Dusun Batu Karang, Baru Karang, Sungai Goa, Ilai Pejugan, Selabe, Pelinduk, serta Dusun Semayong.
Menurut hasil pengecekan, seluruh titik berada di lahan milik masyarakat dengan luas sekitar 0,4 hingga 0,5 hektare. Lahan tersebut dipersiapkan untuk kegiatan pertanian, seperti penanaman padi dan jagung.
Dipastikan Tidak Berkembang Menjadi Karhutla
Personel Polsek Beduai melakukan pengecekan langsung terhadap titik koordinat yang terekam satelit NOAA-20 dan Suomi National Polar-orbiting Partnership (SNPP). Petugas juga berkoordinasi dengan warga untuk memastikan kondisi di lapangan.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kebakaran yang berkembang atau mengancam kawasan hutan, lahan produktif, maupun permukiman warga.
"Verifikasi lapangan merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa titik hotspot yang terdeteksi benar-benar telah terkendali. Kehadiran personel di lokasi bertujuan memastikan api telah padam sepenuhnya sehingga tidak memicu kebakaran yang lebih luas. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar setiap aktivitas pembukaan lahan dilakukan dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengutamakan keselamatan lingkungan," ujar AKP Heri Triyana.
Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan
Kapolsek mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat wilayah, tokoh adat, serta masyarakat dalam upaya mencegah karhutla selama musim kemarau.
Selain melakukan verifikasi, personel juga mengingatkan warga agar mengawasi aktivitas pembukaan lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas.
Menurutnya, respons cepat masyarakat sangat penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Teknologi Dukung Deteksi Dini
Verifikasi hotspot merupakan bagian dari upaya mitigasi berbasis teknologi yang dipadukan dengan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data satelit sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro