PONTIANAK POST – Polsek Sekayam memverifikasi tiga titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Rabu (22/7). Langkah ini dilakukan untuk memastikan titik panas yang terpantau melalui sistem satelit tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Verifikasi dipimpin Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno bersama personel Polsek Sekayam. Pengecekan berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB dengan mencocokkan titik koordinat pada aplikasi pemantauan dengan kondisi di lapangan.
Informasi hotspot diperoleh dari aplikasi BRIN Fire Hotspot, Sipongi, dan Lancang Kuning.
Hotspot Berada di Desa Bungkang
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat tiga hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence level) kategori sedang (medium) di Desa Bungkang.
Dua titik berada di Dusun Bungkang dengan luas lahan sekitar 0,5 hektare dan 0,3 hektare, sedangkan satu titik lainnya berada di Dusun Bantan dengan luas sekitar 0,5 hektare.
Petugas kemudian melakukan pengecekan langsung di lokasi, mendata kondisi lahan, serta berkoordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Lahan Digunakan untuk Pertanian
Hasil verifikasi menunjukkan titik panas berada di lahan pertanian milik masyarakat yang dipersiapkan untuk penanaman padi, cabai, dan jagung.
Berdasarkan keterangan warga, kegiatan pembukaan lahan telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan pengurus adat setempat. Luas lahan yang dibuka juga disebut tidak melebihi sekitar dua hektare.
Petugas turut memastikan proses pembukaan lahan dilakukan secara bergotong royong dengan menyiapkan peralatan sederhana, seperti ember dan alat manual, untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke area lain.
Polisi Pastikan Hotspot Tidak Berkembang
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno mengatakan setiap hotspot yang terdeteksi melalui aplikasi akan segera diverifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Setiap titik hotspot yang muncul pada sistem pemantauan akan kami tindak lanjuti melalui pengecekan langsung. Langkah ini bertujuan memastikan api benar-benar telah padam, tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan, serta memberikan kepastian bahwa aktivitas masyarakat tetap berada dalam pengawasan dan tidak menimbulkan dampak yang membahayakan lingkungan maupun permukiman," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan preventif menjadi prioritas dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, kelompok tani, dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.
Imbau Warga Tetap Waspada
Polsek Sekayam juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Polisi berharap sinergi antara aparat, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat mampu menjaga Kecamatan Sekayam tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Verifikasi hotspot merupakan bagian dari sistem deteksi dini karhutla yang menggabungkan pemantauan berbasis satelit dengan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan setiap titik panas dapat diidentifikasi secara akurat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro