ANTAM dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai Cingka Sambut Hari Sungai Nasional

Marsita Riandini • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 23:06 WIB
Warga Dusun Cingka bersama PT ANTAM UBP Bauksit Kalbar membersihkan Sungai Cingka di Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (26/7/2026), sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan menjelang Hari Sungai Nasional.
Warga Dusun Cingka bersama PT ANTAM UBP Bauksit Kalbar membersihkan Sungai Cingka di Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir, Minggu (26/7/2026), sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan menjelang Hari Sungai Nasional.

 

PONTIANAK POST – Semangat menjaga lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Cingka, Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, melalui aksi gotong royong membersihkan Sungai Cingka bersama PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat, Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 60 warga itu menjadi bagian dari upaya melestarikan ekosistem sungai sekaligus menyambut Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli.

Kerja bakti difokuskan pada pembersihan jalur sungai dari ranting, pohon tumbang, hingga sampah yang menghambat aliran air dan aktivitas masyarakat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan akses transportasi sungai tetap aman bagi warga.

Sungai Menjadi Penopang Kehidupan Warga

Kerja bakti dilakukan secara kolaboratif dengan membagi peserta menjadi dua kelompok agar pembersihan menjangkau lebih banyak titik di sepanjang sungai. Mereka membersihkan ranting dan pohon tumbang, memotong kayu berukuran besar yang menghalangi jalur perahu, serta mengumpulkan sampah yang terbawa arus maupun berada di bantaran sungai.

Bagi masyarakat Dusun Cingka, Sungai Cingka bukan sekadar aliran air. Sungai menjadi urat nadi kehidupan yang dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, sumber mata pencaharian, hingga lokasi budidaya ikan air tawar.

Kondisi tersebut membuat kelestarian sungai menjadi kepentingan bersama. Kerusakan lingkungan atau tersumbatnya aliran sungai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kolaborasi Warga dan ANTAM

Kepala Wilayah Dusun Cingka, Mustafa, mengapresiasi keterlibatan ANTAM dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

"Atas nama masyarakat Dusun Cingka, kami mengucapkan terima kasih kepada ANTAM yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti ini. Kehadiran ANTAM menjadi penyemangat bagi warga untuk terus menjaga Sungai Cingka agar tetap bersih, aman, dan bermanfaat bagi generasi yang akan datang," ujarnya.

Mustafa berharap semangat gotong royong yang telah terbangun tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Bagian dari Program Pelestarian Lingkungan

West Kalimantan Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM UBP Bauksit Kalbar, Munadji, mengatakan kegiatan susur sungai merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan bersama masyarakat Dusun Piasak di kawasan Sungai Kapuas.

"Kegiatan susur sungai ini bukan kali pertama dilakukan oleh ANTAM bersama masyarakat. Salah satu komitmen kami diwujudkan melalui Program GERTAS atau Gerakan Tayan Bebas Sampah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menanamkan kesadaran masyarakat untuk merawat sungai," katanya.

Menurut Munadji, kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup di kawasan sekitar tambang.

Menjaga kelestarian sungai juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi daerah aliran sungai (DAS). Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa sungai merupakan penopang kehidupan masyarakat sekaligus bagian penting dalam pengendalian banjir, penyediaan air bersih, dan keberlanjutan ekosistem. Karena itu, perlindungan DAS harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Harapan Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Masyarakat berharap kegiatan bersih sungai tidak hanya dilakukan menjelang peringatan Hari Sungai Nasional, tetapi berkembang menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

Kolaborasi antara warga dan PT ANTAM juga diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (mrd/ser)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
PT ANTAM UBP Bauksit Kalbar pelestarian lingkungan sungai hari sungai nasional gotong royong warga Tayan Hilir