PONTIANAK POST – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Warga Desa Suka Gerundi, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, mengikuti pelatihan, sosialisasi, dan penyuluhan tentang pengelolaan lahan tanpa bakar serta perlindungan hutan, Rabu (29/7).
Kegiatan yang digelar sejak pukul 08.00 WIB itu melibatkan pemerintah desa, unsur kecamatan, BPBD Kabupaten Sanggau, Polsek Parindu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Linmas, hingga tokoh masyarakat.
Tujuannya meningkatkan pemahaman warga agar mampu mencegah karhutla sejak dini. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Suka Gerundi Sartono, perwakilan Camat Parindu Supriono, perwakilan BPBD Kabupaten Sanggau Cristian Hendro, Bhabinkamtibmas Desa Suka Gerundi Brigpol Tri Wahyono, Ketua BPD Agelina, para kepala wilayah, anggota Linmas, dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Kementerian Kehutanan Jadikan Kalbar Percontohan Nasional Pencegahan Karhutla Berbasis Sains
Dalam penyuluhan, peserta diberikan materi mengenai penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahan karhutla. Warga juga dikenalkan dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan.
Materi yang disampaikan menegaskan bahwa aktivitas manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan dinilai menjadi kunci utama pencegahan.
Selain berpotensi merusak lingkungan, karhutla juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap kebakaran dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, iritasi mata, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak dan lanjut usia. Karhutla juga mengganggu aktivitas pendidikan, perekonomian, transportasi, serta merusak habitat satwa.
Peserta turut diperkenalkan prinsip "5 Jangan", yakni tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok atau korek api sembarangan, tidak meninggalkan api unggun sebelum benar-benar padam, tidak membuka kanal baru di lahan gambut, serta tidak membiarkan asap atau titik api tanpa penanganan.
Kapolsek Parindu, AKP Sutono, mengatakan keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
"Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat memahami risiko dan dampak karhutla serta mengetahui cara mengelola lahan tanpa membakar, potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan. Kami mengajak seluruh warga untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Selain penyuluhan, warga juga diajak berperan aktif melalui pembentukan dan penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli lingkungan, pembuatan sekat bakar dan embung, serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Parindu dapat ditekan, terutama memasuki musim kemarau. (agg)
Editor : Miftahul Khair