PONTIANAK PIST – Bara api kembali muncul di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tikungan S, tepi Jalan Trans Kalimantan, RT 13 Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Sabtu (1/8/2026). Tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar di tengah musim kemarau.
Kebakaran susulan terjadi di lokasi yang sebelumnya terbakar pada Rabu (29/7/2026). Petugas menemukan bara masih tersimpan di bawah tumpukan kayu dan vegetasi kering sehingga kembali memicu nyala api.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Kusdarwanto memimpin langsung operasi pemadaman yang melibatkan personel Polsek Tayan Hilir, Koramil 1204-07/Tayan Hilir, Damkar PT ICA, Manggala Agni, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau Barat.
Menurutnya, cuaca panas dan embusan angin membuat bara yang masih tersimpan di dalam kayu maupun vegetasi kering berpotensi memicu kebakaran baru apabila tidak segera dipadamkan.
"Begitu diketahui muncul titik api baru, kami langsung mengerahkan personel bersama seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami memastikan bara benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih luas," ujar Kusdarwanto.
Operasi pemadaman didukung satu unit mobil pemadam kebakaran PT ICA, kendaraan operasional Polsek Tayan Hilir, baby tank berkapasitas 1.000 liter, mesin pompa Robin, kendaraan pemadam milik KPH Sanggau Barat, serta sepeda motor operasional untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Petugas memprioritaskan penyiraman pada batang kayu keras dan sisa vegetasi yang masih menyimpan bara. Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada titik panas yang kembali menyala saat suhu udara meningkat.
Kapolsek menegaskan ancaman kebakaran susulan masih tinggi selama musim kemarau. Karena itu, patroli dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik panas dipastikan padam.
Ia juga berharap adanya dukungan tambahan dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau, terutama dalam penyediaan armada dan pasokan air agar proses pemadaman lebih optimal.
Aparat mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk melindungi lingkungan, mengurangi risiko kabut asap, serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro