Pedang Pora Iringi Estafet Kepemimpinan Polres Sanggau dari Sudarsono ke Kadek Ary

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:21 WIB
AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., bersama istri melintasi Gerbang Pedang Pora saat prosesi pelepasan di halaman Mapolres Sanggau, Sabtu (1/8). Tradisi kehormatan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolres Sanggau sekaligus penyerahan estafet kepemimpinan kepada AKBP Kadek Ary Mahardika.
AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., bersama istri melintasi Gerbang Pedang Pora saat prosesi pelepasan di halaman Mapolres Sanggau, Sabtu (1/8). Tradisi kehormatan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolres Sanggau sekaligus penyerahan estafet kepemimpinan kepada AKBP Kadek Ary Mahardika.

 

PONTIANAK POST – Estafet kepemimpinan di Polres Sanggau resmi berganti. Prosesi pelepasan AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., sebagai Kapolres Sanggau berlangsung khidmat melalui tradisi Pedang Pora di halaman Mapolres Sanggau, Sabtu (1/8). Tradisi kehormatan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian AKBP Sudarsono sekaligus penyerahan tongkat komando kepada AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H.

Prosesi dihadiri Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakapolres Kompol Radian Andy Pratomo, para pejabat utama, kapolsek jajaran, personel Polres Sanggau, serta Bhayangkari Cabang Sanggau.

Rangkaian acara diawali dengan pengalungan bunga oleh AKBP Kadek Ary Mahardika kepada AKBP Sudarsono sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Sanggau. Ketua Bhayangkari Cabang Sanggau turut menyerahkan buket bunga kepada Ny. Tika Sudarsono sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya mendampingi tugas suami.

Suasana haru terasa ketika AKBP Sudarsono bersama istri melintasi Gerbang Pedang Pora yang dibentuk personel Polres Sanggau. Keduanya kemudian menyalami para pejabat utama, perwira, personel, dan Bhayangkari sebelum diantar menuju kendaraan dinas sebagai penanda berakhirnya masa tugas di Polres Sanggau.

Kasi Humas Polres Sanggau Ipda Thomson M. Pakpahan mengatakan tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghormatan institusi kepada pejabat yang telah menyelesaikan masa pengabdian sekaligus simbol kesinambungan kepemimpinan di lingkungan Polri.

"Tradisi pelepasan ini merupakan bentuk penghormatan institusi kepada pimpinan yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa estafet kepemimpinan harus diiringi semangat kebersamaan, soliditas, serta komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pergantian kepemimpinan tersebut semakin memperkuat soliditas internal Polres Sanggau sehingga pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan di bawah kepemimpinan AKBP Kadek Ary Mahardika. (agg)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
sudarsono polres Mutasi kapolres sanggau Kadek Ary Mahardika