Warga Resah Air Sungai Lape Menghitam, Pemdes Binjai Minta DLH Sanggau Uji Sampel Air

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:37 WIB
Kondisi air Sungai Lape di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang tampak menghitam. Pemerintah desa meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau melakukan investigasi untuk memastikan penyebab perubahan warna air tersebut. (ISTIMEWA)
Kondisi air Sungai Lape di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang tampak menghitam. Pemerintah desa meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau melakukan investigasi untuk memastikan penyebab perubahan warna air tersebut. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Perubahan warna air Sungai Lape di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau menjadi hitam pekat memicu keresahan masyarakat. Pemerintah Desa Binjai meminta Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebab perubahan kondisi sungai tersebut.

Kepala Desa Binjai, Heriyanto, mengatakan laporan dari warga terkait kondisi air Sungai Lape diterimanya pada Senin (3/8). Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi sungai secara langsung.

"Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan air sungai memang berubah menjadi hitam pekat. Kondisi ini perlu segera ditelusuri agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti," ujarnya.

Baca Juga: Dulu Lebih Ramai dari Jalan Raya, Sungai Melawi Pernah Jadi Jalur Utama Warga Pedalaman Kalbar

Menurut Heriyanto, Sungai Lape merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Karena itu, perubahan warna air menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

Ia meminta DLH Kabupaten Sanggau segera mengambil sampel air dan melakukan uji laboratorium sehingga dapat diketahui apakah perubahan warna tersebut disebabkan faktor alam atau adanya dugaan pencemaran.

"Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan. Yang paling penting saat ini adalah memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," katanya.

Selain itu, pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu berhati-hati menggunakan air sungai hingga hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang diterbitkan.

Baca Juga: Debit Sungai Kapuas Surut, Pemkab Kapuas Hulu Siapkan Strategi Jaga Pasokan BBM: Perkuat Koordinasi dengan Pertamina

Terpisah, masyarakat berharap penanganan dilakukan secepat mungkin agar kondisi Sungai Lape dapat kembali normal dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan maupun aktivitas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau mengenai hasil pemeriksaan atau penyebab perubahan warna air Sungai Lape. Pemeriksaan lebih lanjut masih dinantikan untuk memastikan sumber permasalahan tersebut. (agg)

Editor : Miftahul Khair
Sungai Lape sanggau pencemaran sungai dinas lingkungan hidup