PONTIANAK POST – Medan berat dan jauhnya sumber air tak menyurutkan langkah petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Nyandang, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Pleton Siaga Regu I Polres Sanggau bersama tim gabungan turun ke lokasi, Sabtu (8/8), setelah warga kembali melihat kobaran api di lahan yang sebelumnya sempat ditangani.
Penanganan dipimpin Padal Pleton I, Iptu Sukina. Personel langsung bergerak setelah menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Wilayah Nyandang, Pito, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga pada Jumat (7/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Api terlihat di bagian belakang Kampung Nyandang.
Warga kemudian kembali mengecek lokasi pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu tidak ditemukan titik api.
Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, warga kembali melihat kobaran api. Laporan kemudian disampaikan kepada Polsek Kapuas untuk segera dilakukan penanganan.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Pleton Siaga Karhutla dan Pamapta III Polres Sanggau, Polsek Kapuas, Manggala Agni Kabupaten Sanggau, BPBD Sanggau, KPH Sanggau Timur serta masyarakat sekitar.
Petugas menghadapi tantangan cukup berat. Akses menuju lokasi kebakaran tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda enam. Selain itu, sumber air berada cukup jauh dari titik api.
“Kondisi di lokasi cukup sulit dan akses menuju titik api terbatas. Sumber air juga tidak berada dekat dengan lokasi, sehingga penanganan membutuhkan tenaga, waktu, serta koordinasi yang lebih maksimal,” ujar Iptu Sukina.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai **sekitar 100 hektare**. Meski demikian, petugas belum dapat memastikan api sepenuhnya padam.
Kondisi lahan yang berupa hutan rimba dan semak belukar membuat bara api berpotensi kembali muncul. Terlebih cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
Karena itu, petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga terus menyisir dan memantau lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya mengendalikan api dan mencegahnya meluas,” katanya.
Iptu Sukina juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi Karhutla.
“Segera laporkan apabila melihat asap atau titik api baru. Jangan menunggu api membesar, karena kondisi cuaca panas dan angin dapat membuat api cepat menjalar,” tegasnya.
Menurutnya, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan segera memberikan informasi kepada petugas jika menemukan titik api.
Hingga penanganan berlangsung, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada titik api baru dan mencegah api kembali meluas.(Agg)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro