PONTIANAK POST - Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul beredarnya video yang viral di media sosial usai pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Komando, Balai Karangan.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Erzan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus upaya meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait video tersebut.
Dengan penuh kerendahan hati, Erzan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama para ibu yang anak-anaknya tampil dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kapolres Sanggau Sentil Disiplin Anggota, Gelang dan Kalung Jadi Sorotan
Permohonan maaf juga ditujukan kepada para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, saudara, sanak keluarga, handai taulan, serta masyarakat secara umum.
Mengawali pernyataannya dengan ungkapan adat Dayak, "Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata," Erzan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat maupun prasangka untuk tidak menghargai siapapun.
Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan
Erzan menyatakan, apa yang terjadi dalam video tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan maupun maksud untuk merendahkan atau tidak menghargai anak-anak yang tampil maupun keluarga mereka.
Baca Juga: IKN di Hari Kemerdekaan: 3.500 Orang Ikut Upacara, Investor Hadir
Ia menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung dalam situasi yang cukup padat. Pada saat bersamaan, kondisi di lapangan panas dan dirinya juga sedang mengabadikan momen foto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, Erzan mengaku harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda berikutnya, yakni upacara ziarah di makam pahlawan bersama Forkopimcam Kecamatan Sekayam dan para undangan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari konteks yang perlu diketahui agar kejadian tidak dipahami secara sepihak hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
“Tidak ada unsur kesengajaan dan tidak ada pula prasangka tidak menghargai siapapun,” demikian penegasan Erzan dalam klarifikasinya.
Baca Juga: APBD Sanggau Dipangkas Rp400 Miliar, Ini Dampaknya
Kades Mohon Ampun dan Maaf
Meski menegaskan tidak ada unsur kesengajaan, Erzan tetap menyampaikan permohonan maaf apabila sikap maupun tindakannya dalam kejadian tersebut dinilai menimbulkan ketersinggungan.
Ia meminta kepada seluruh pihak yang merasa kurang berkenan agar membuka ruang untuk saling memaafkan.
“Sekali lagi, seandainya saya ada salah dan khilaf, mohon kiranya berkenan memaafkan dan tidak akan terulang kembali,” ujarnya.
Erzan juga berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berjalan lebih baik.
“Ya Allah, semoga semua ada hikmahnya untuk lebih baik ke depannya,” demikian harapnya.
Camat Sekayam Ajak Semua Pihak Saling Memaafkan
Sementara itu, Camat Sekayam turut menyampaikan imbauan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menyikapi persoalan dengan kepala dingin dan mengedepankan suasana yang sejuk serta damai.
Menurut Camat Sekayam, momentum tersebut sebaiknya dijadikan ruang untuk saling membuka pintu maaf dan mempererat kembali hubungan di tengah masyarakat.
“Saling membuka pintu memaafkan, membawa situasi sejuk dan damai. Semoga kita semuanya bisa mengambil hikmah agar ke depannya lebih baik,” ujar Camat Sekayam.
Pernyataan tersebut menjadi penyejuk di tengah beragam tanggapan yang muncul setelah video beredar di media sosial.
Camat Sekayam berharap seluruh pihak dapat menempatkan persoalan tersebut secara proporsional dan tidak membiarkan sebuah kejadian berkembang menjadi konflik sosial.
Jangan Terjebak Potongan Video
Peredaran video di media sosial sebelumnya memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Namun, sebuah rekaman video yang beredar di ruang publik belum tentu menggambarkan keseluruhan rangkaian kejadian.
Karena itu, klarifikasi dari pihak yang terlibat dinilai penting agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.
Erzan pun menegaskan kembali bahwa dirinya tidak bermaksud menunjukkan sikap tidak menghargai siapapun. Ia berharap penjelasan dan permohonan maaf yang telah disampaikan dapat diterima dengan lapang hati.
Dengan adanya permohonan maaf dari Kades Balai Karangan dan imbauan Camat Sekayam, seluruh pihak diharapkan dapat menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus pembelajaran.
Semangat kebersamaan, saling menghormati dan menjaga suasana damai dinilai jauh lebih penting agar persoalan tersebut tidak melebar menjadi polemik yang dapat mengganggu hubungan sosial masyarakat.
Pada akhirnya, Erzan kembali menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf kepada para ibu, keluarga, sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat yang merasa kurang berkenan atas kejadian tersebut. (Agg)
Editor : Hanif