Polsek Sekayam Cek 3 Titik Hotspot di Sanggau, Pastikan Api Tidak Meluas

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., bersama personel Polsek Sekayam melakukan pengecekan kondisi lahan di salah satu titik hotspot di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Petugas memastikan kondisi lahan aman dan api telah padam guna mencegah terjadinya karhutla. (20/08/2026). (ISTIMEWA)
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., bersama personel Polsek Sekayam melakukan pengecekan kondisi lahan di salah satu titik hotspot di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Petugas memastikan kondisi lahan aman dan api telah padam guna mencegah terjadinya karhutla. (20/08/2026). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Polsek Sekayam melakukan verifikasi terhadap tiga titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot, SIPONGI, dan Lancang Kuning di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (20/8).

Pengecekan dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama empat personel.

Petugas mendatangi lokasi berdasarkan koordinat yang terdeteksi sistem pemantauan. Tiga titik hotspot ditemukan masing-masing di Dusun Raut Muara, Desa Raut Muara; Dusun Miruk, Desa Malenggang; dan Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang.

Baca Juga: 5 Hotspot Terdeteksi, Karhutla Bakar 1 Hektare di Kawasan Cagar Alam Kendawangan

Titik di Dusun Raut Muara berada di lahan sekitar 0,8 hektare. Sementara titik di Dusun Miruk sekitar 0,5 hektare dan Dusun Sungai Daun sekitar 0,3 hektare. Ketiga lokasi diketahui merupakan lahan yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian.

Berdasarkan aplikasi BRIN Fire Hotspot, dua titik masuk kategori medium dan satu titik kategori high. Kondisi tersebut langsung ditindaklanjuti petugas dengan pengecekan di lapangan.

Kapolsek Sekayam AKP Sutikno mengatakan, verifikasi langsung diperlukan untuk memastikan informasi hotspot sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Setiap informasi hotspot harus kita tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Kami ingin memastikan apakah benar terdapat api di titik tersebut, bagaimana kondisi lahannya dan apakah masih ada potensi api yang dapat meluas,” ujarnya.

Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Bandara Supadio, 21 Flight Delay

Selain mengecek kondisi lahan, personel juga melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta masyarakat. Petugas menggali informasi terkait aktivitas yang dilakukan di sekitar lokasi untuk mengetahui penyebab munculnya titik panas.

Dari hasil pengecekan, lahan tersebut digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti penanaman padi, cabai, dan jagung. Pengelolaan lahan dilakukan masyarakat secara gotong royong dan telah dikoordinasikan dengan perangkat desa serta pengurus adat setempat.

Sutikno mengatakan, masyarakat tetap harus berhati-hati dalam melakukan pembukaan atau pengelolaan lahan menggunakan metode pembakaran.

“Luas lahan yang dibakar tidak melebihi sekitar dua hektare. Masyarakat juga melakukan pembakaran secara gotong royong dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ember dan solo. Meski demikian, kami tetap mengingatkan agar setiap kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan sangat hati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan hotspot tidak boleh dianggap sepele. Kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api mudah menjalar sehingga berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karena itu, pengawasan dan kesiapsiagaan perlu dilakukan bersama oleh kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, serta unsur terkait.

“Yang paling utama adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang berpotensi kembali menyala. Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan api atau asap dan tidak melakukan pembakaran yang berisiko menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Verifikasi tiga titik hotspot ini menjadi bagian dari upaya Polsek Sekayam memperkuat deteksi dini dan pencegahan karhutla. Pemanfaatan data dari sejumlah sistem pemantauan yang dilanjutkan dengan pengecekan langsung di lapangan diharapkan dapat mempercepat respons terhadap potensi kebakaran.

Dengan langkah tersebut, kondisi lahan di wilayah Kecamatan Sekayam diharapkan tetap aman dan potensi karhutla dapat dicegah sejak dini. (Agg)

Editor : Hanif
hotspot Sanggau Karhutla Sanggau titik panas pencegahan karhutla Polsek Sekayam