PONTIANAK POST – Polsek Sekayam bersama personel BKO Pas Brimob II Korps Brimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan verifikasi terhadap tiga titik panas atau hotspot yang terpantau melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Verifikasi dilakukan Selasa (1/9) sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolsek Sekayam AKP Sutikno,memimpin langsung pengecekan ke lokasi. Tim mendatangi titik berdasarkan koordinat yang terpantau dalam aplikasi untuk memastikan keberadaan api sekaligus mengecek kondisi lahan.
Baca Juga: Polres Sanggau Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Lingkungan Semajau di Tengah Musim Kemarau
Hasil verifikasi menunjukkan, tiga hotspot berada di wilayah Dusun Sei Tekam, Desa Sei Tekam, Kecamatan Sekayam. Ketiganya masuk kategori medium berdasarkan pemantauan BRIN Fire Hotspot. “Setelah dilakukan pengecekan langsung, api di tiga titik tersebut sudah dalam keadaan padam,” kata AKP Sutikno.
Dari hasil pendataan, titik pertama berada di lahan seluas sekitar 0,7 hektare. Titik kedua sekitar 0,6 hektare, sedangkan titik ketiga sekitar 0,7 hektare. Ketiga lahan tersebut merupakan area yang dipersiapkan masyarakat untuk kegiatan pertanian, khususnya penanaman padi. Petugas juga melakukan pencocokan titik koordinat dengan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan di lokasi.
Berdasarkan keterangan warga, pembakaran dilakukan untuk keperluan pertanian. Sebelum kegiatan tersebut, masyarakat disebut telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan pengurus adat setempat. Total luasan lahan yang dibakar tidak lebih dari sekitar dua hektare.
Dalam proses pembakaran, warga melakukannya secara gotong royong menggunakan peralatan tradisional seperti ember dan solo untuk mengantisipasi serta mengendalikan api. Meski api telah padam, polisi tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Hal ini untuk mencegah api merambat ke lahan lain dan berkembang menjadi karhutla.
Baca Juga: Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026, TNI-Polri Perkuat Patroli dan Deteksi Dini di Sanggau
“Setiap informasi hotspot harus kita tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Tujuannya bukan hanya memastikan apakah api masih ada atau sudah padam, tetapi juga mengetahui kondisi lahan dan melakukan langkah pencegahan bersama masyarakat,” ujar Sutikno.
Ia menegaskan, sinergi antara kepolisian, Brimob, Manggala Agni, pemerintah desa dan masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Sutikno juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi tidak terkendali.
“Kami mengajak masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan. Jangan meninggalkan api sebelum benar-benar dipastikan padam. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya,” tegasnya.
Polsek Sekayam memastikan pemantauan dan verifikasi hotspot akan terus dilakukan di wilayah hukumnya. Langkah tersebut sebagai upaya deteksi dini agar setiap potensi titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (agg)
Editor : Miftahul Khair