PONTIANAK POST – Di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, Polres Sanggau kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga. Sebanyak 30 karung beras dibagikan kepada masyarakat Lingkungan Semajau, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (2/9).
Masing-masing karung berisi lima kilogram beras. Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, kepada warga di Gedung Pertemuan Lingkungan Semajau, sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Bantuan itu diberikan setelah kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melibatkan Tim Lemdiklat Mabes Polri.
Bagi warga Semajau, bantuan tersebut bukan sekadar beras untuk kebutuhan dapur. Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, kehadiran polisi membawa pesan bahwa warga tidak menghadapi situasi sulit itu sendirian.
Baca Juga: Polres Sanggau Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Lingkungan Semajau di Tengah Musim Kemarau
Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika mengatakan, bantuan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya Polres Sanggau untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat.
“Bantuan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat bagi warga dan sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk membangun kepedulian dan kebersamaan, terutama saat masyarakat menghadapi situasi yang cukup berat akibat kemarau dan kabut asap,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Sanggau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api, terlebih kondisi lahan saat ini relatif kering akibat kemarau panjang.
Edukasi mengenai bahaya Karhutla disampaikan Tim Lemdiklat Mabes Polri, yakni Iptu Regina Andrilla Setiawan, dan Iptu Dhea Gudtriwidya Ningrum. Sekitar 30 warga Lingkungan Semajau mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, dampak kabut asap, hingga pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini.
Baca Juga: Polres Sanggau Juara II Nasional Lomba Ketahanan Pangan
Dampak Karhutla, menurut tim edukasi, tidak hanya berkaitan dengan munculnya kabut asap. Kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, ketersediaan air bersih hingga kondisi sosial dan perekonomian warga.
Karena itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Dalam sosialisasi tersebut, turut disampaikan mengenai aktivitas pembukaan lahan perladangan dengan kearifan lokal sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022.
Polri menghormati ketentuan yang berlaku. Namun, melihat kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi saat ini, masyarakat diimbau mempertimbangkan untuk menunda aktivitas berladang dengan cara membakar.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi lingkungan dan kualitas udara.
Polres Sanggau memastikan edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla akan terus dilakukan secara masif. Bersamaan dengan itu, kepedulian sosial kepada masyarakat juga akan terus diperkuat, khususnya di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Melalui langkah tersebut, kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin kuat. Di sisi lain, hubungan antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin erat dalam menghadapi kemarau panjang serta ancaman Karhutla. (agg)
Editor : Miftahul Khair