PONTIANAK POST – Krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda Kabupaten Sanggau terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sanggau. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan investor, ikut turun tangan membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepedulian itu diwujudkan melalui pendistribusian air bersih kepada warga RT 11 Segole, Kelurahan Tanjung Kapuas, Jumat (4/9/). Kegiatan tersebut dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sanggau.
Pendistribusian air dipimpin Ketua GOW Kabupaten Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena. Sebanyak 10 ribu liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Air Bersih, 8 Sumur Bor di Kubu Raya Disiapkan untuk Hadapi Ancaman Karhutla
“Hari ini kami bersama GOW. Terima kasih kepada ibu-ibu GOW yang telah menyiapkan pendistribusian air bersih ini kepada masyarakat,” kata Susana kepada wartawan.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
“Ini adalah aspirasi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih. Warga di Segole ini salah satunya yang merasakan dampak dari kekeringan,” ungkapnya.
Susana menyadari persoalan krisis air bersih tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Karena itu, ia mengajak pelaku usaha maupun investor yang menjalankan kegiatan di Kabupaten Sanggau untuk ikut memberikan bantuan kepada masyarakat.
Baca Juga: Karhutla dan Krisis Air Bersih Mengancam, Landak Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
“Kami mengajak kepada seluruh pelaku usaha dan investor yang berinvestasi di Kabupaten Sanggau bisa turun tangan membantu masyarakat yang kesulitan air bersih,” pintanya.
Ia juga meminta seluruh pihak mengesampingkan kepentingan sektoral dan bersama-sama mencari solusi di tengah kondisi kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat.
“Di tengah kondisi seperti ini saya minta semua pihak membantu, hilangkan ego sektoral dan bantu masyarakat yang sedang kesulitan air bersih,” tegasnya.
Selain meminta dukungan berbagai pihak, Susana juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan selama musim kemarau masih berlangsung.
“Gunakan air secukupnya karena kekeringan ini memang air menjadi salah satu kendala yang kita hadapi,” pesannya.
Sumur Bor dan Sungai Mengering
Sementara itu, Ketua RT 11 Segole, Safarinus Heroni, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan kepada warganya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Pontianak, Rumah Sakit yang Layani Pasien Cuci Darah Jadi Prioritas
“Kami sangat menyambut baik pendistribusian air bersih ini karena memang saat ini warga kami sedang kesulitan air,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi kekeringan telah membuat dua sumber air utama yang selama ini diandalkan warga, yakni sungai dan sumur bor, ikut mengering.
“Selama ini kami mengandalkan sungai dan sumur bor, tapi keduanya sudah kering. Jadi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Sudah dua bulan kami mengalami kekeringan,” pungkasnya. (agg)
Editor : Miftahul Khair