Sungai dan Sumur Bor Mengering, Warga Segole Sanggau Kesulitan Air Bersih

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:52 WIB
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST)
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Kekeringan yang berlangsung selama dua bulan membuat warga RT 11 Segole, Kelurahan Tanjung Kapuas, Kabupaten Sanggau, kesulitan memperoleh air bersih setelah sungai dan sumur bor yang menjadi sumber utama warga mengering. Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 kepala keluarga di wilayah tersebut, Jumat (4/9). Wakil Bupati Sanggau sekaligus Ketua GOW, Susana Herpena, mengatakan distribusi air dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang terdampak kemarau panjang.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan investor yang berinvestasi di Kabupaten Sanggau bisa turun tangan membantu masyarakat yang kesulitan air bersih,” kata Susana kepada wartawan.

Susana mengatakan penanganan krisis air tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, terutama di tengah keterbatasan anggaran. Ia meminta dunia usaha dan seluruh pihak mengesampingkan kepentingan sektoral untuk membantu masyarakat terdampak. Ia juga mengimbau warga menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Baca Juga: 30 Karung Beras untuk Warga Semajau, Bentuk Kepedulian Polres Sanggau di Tengah Kemarau dan Karhutla

Ketua RT 11 Segole, Safarinus Heroni, mengatakan warga telah mengalami kekeringan sekitar dua bulan,“Selama ini kami mengandalkan sungai dan sumur bor, tapi keduanya sudah kering.” (Agg)

Editor : Hanif
bantuan air bersih sanggau kalimantan barat Kemarau krisis air bersih