PONTIANAK POST – Suasana di kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau tampak lebih semarak saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) STERAD tiba di Jembatan Perintis Garuda, Dusun Keladang 1, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Rabu (9/9).
Kedatangan Tim Wasev yang dipimpin Brigjen TNI Anan Nurachman, tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan. Mereka datang untuk melihat langsung progres pembangunan sekaligus memastikan sasaran Karya Bhakti Skala Besar benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Tim Wasev STERAD didampingi Mayor CZI Suyanto, Kapten Arh Andy Ackbar, dan Serka Agung Nugroho. Rombongan disambut Danramil 1204-02/Sekayam Kapten Inf. Jufri, Batuud Koramil 1204-02/Sekayam Serma Jerfi, serta Babinsa Desa Sotok Sertu Rusmanto.
Baca Juga: Jembatan Gantung Perintis Garuda Diresmikan, Akses Warga Desa Bagak-Menyuke Makin Mudah
Turut mendampingi dari Korem 121/Abw, Kasi Ter Kasrem 121/Abw Kolonel Inf. Neggy Kuntagina, serta dari Kodim 1204/Sanggau, Kasdim 1204/Sgu Mayor Arm Duloh.
Begitu tiba di lokasi, Tim Wasev langsung bergerak meninjau Jembatan Perintis Garuda. Kondisi fisik bangunan, perkembangan pekerjaan, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan rencana menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Peninjauan secara langsung ini menjadi bagian penting dalam proses pengawasan dan evaluasi. Tidak hanya melihat hasil pembangunan, Tim Wasev juga memastikan sasaran Karya Bhakti Skala Besar memiliki kualitas yang baik, dapat dimanfaatkan secara optimal, serta mampu mendukung aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan.
“Kehadiran kami di wilayah perbatasan ini untuk melihat secara langsung pelaksanaan sasaran Karya Bhakti Skala Besar, melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hasil pekerjaan, serta memastikan program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Brigjen TNI Anan Nurachman.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Respons Keluhan Warga Serimbu soal Jalan, Sekolah, Jembatan dan Air Bersih
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan memiliki arti penting karena tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kemudahan akses dan peningkatan aktivitas masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana hasil kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan pekerjaan yang dilaksanakan memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal serta berkelanjutan,” tambahnya.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan turut membuka dan memperlancar akses masyarakat, sehingga mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut dapat berjalan lebih baik.
Kegiatan Wasev tidak berhenti di Jembatan Perintis Garuda. Rangkaian pengawasan dijadwalkan berlanjut pada Kamis (10/9) melalui peninjauan sasaran sumur bor di Dusun Pripin, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.
Melalui pengawasan dan evaluasi secara langsung di lapangan, pelaksanaan Karya Bhakti Skala Besar diharapkan semakin optimal dan tepat sasaran. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan. (agg)
Editor : Miftahul Khair