PONTIANAK POST – Sinergi antara Polsek Toba, Pemerintah Desa Sansat, dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Sansat, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (13/9).
Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga malam hari. Dari hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, bersama personel Polsek Toba turun langsung melakukan pemadaman. Penanganan juga melibatkan Pemerintah Desa Sansat dan sekitar 15 warga yang membantu petugas mengendalikan api.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Panjang, Karolin: Personel Jaga Kesehatan Fisik, Jangan Sampai Tumbang
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil tangki PT KAN berkapasitas 16.000 liter serta dua mobil tangki milik masyarakat dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Petugas juga menggunakan satu unit mesin Robin, satu unit mesin Mini Strike, dan 12 gulung selang untuk menjangkau titik-titik api.
Kapolsek Toba mengatakan, kondisi lahan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan. Selain berada di kawasan berhutan dengan jenis tanah mineral, terdapat timbunan limbah pohon bekas kegiatan land clearing yang telah tertutup tanah. Kondisi tersebut membuat api dapat bertahan dan menyala dari bagian bawah permukaan.
“Karena itu, kami tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Iptu Arnold Rocky Montolalu.
Berdasarkan informasi dan hasil penanganan di lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran tumpukan kayu. Api kemudian merambat ke lahan di sekitarnya hingga menyebabkan area berhutan ikut terbakar.
Baca Juga: Atasi Karhutla di Lahan Gambut, Polres Landak Sukses Gunakan Formula X-Fire di Kawasan Mandor
Petugas bersama masyarakat melakukan penyiraman berulang pada titik-titik yang masih menyimpan panas. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh karena material organik yang tertimbun di bawah tanah berpotensi menyimpan bara dan kembali memunculkan api apabila tidak ditangani hingga tuntas.
Iptu Arnold Rocky Montolalu menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat membantu proses penanganan Karhutla, terutama dalam penyediaan sarana air dan dukungan tenaga di lapangan. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran tumpukan kayu maupun lahan secara sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran tumpukan kayu maupun lahan secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat merambat ke area lain dan sulit dikendalikan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Sekitar pukul 21.30 WIB, rangkaian pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai. Api berhasil dipadamkan dan lokasi telah ditangani oleh petugas bersama Pemerintah Desa Sansat dan masyarakat. Polsek Toba mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kecamatan Toba. (agg)
Editor : Miftahul Khair