PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sanggau menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang tidak mendapatkan bantuan untuk daerah terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun anggaran 2026 dari Presiden Prabowo Subianto.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Kabupaten Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengaku kecewa atas tidak masuknya Sanggau dalam daftar penerima bantuan tersebut.
“Dalam list itu Sanggau tidak dapat bantuan. Padahal Sanggau sudah dua kali menetapkan status tanggap darurat. Apalagi wilayah kita merupakan wilayah perbatasan dengan negara Malaysia yang isunya menjadi isu nasional,” kata Susana usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sekadau, Rabu (16/9).
Baca Juga: Tim Gabungan Cek Pasca-Karhutla Bukit Seraya Sanggau Pastikan Bebas Bara
Susana berharap Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang sama kepada Kabupaten Sanggau seperti daerah lain di Kalimantan Barat yang mendapatkan bantuan untuk penanganan dampak Karhutla.
Ia juga meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto agar Sanggau dapat memperoleh dukungan, terutama untuk kebutuhan penanganan bencana Karhutla.
“Kalau kecewa pasti kecewa, mengingat bantuan itu sangat kita butuhkan untuk penanganan bencana Karhutla di wilayah kita. Apalagi saat ini kita sedang melakukan efisiensi anggaran, sehingga menyulitkan kita mencari anggaran untuk menangani Karhutla beserta dampaknya yang menimbulkan kabut asap,” ungkapnya.
Sebagai Dansatgas Karhutla, Susana juga meminta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau segera menyurati Presiden, Kepala BNPB, dan Gubernur Kalimantan Barat untuk mempertanyakan alasan Kabupaten Sanggau tidak masuk dalam daftar penerima hibah.
Baca Juga: Forkompimda Sanggau Bahas Karhutla hingga Krisis Air Bersih, Ini Persoalan yang Jadi Perhatian
“Saya minta kepada BPBD segera mengusulkan kepada Pemerintah Pusat sarana dan prasarana serta peralatan yang dibutuhkan dalam menangani Karhutla di Kabupaten Sanggau,” tegasnya.
Selain itu, Susana meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut mengusulkan kebutuhan penanganan Karhutla Sanggau kepada Pemerintah Pusat.
“Kepada Pemerintah Provinsi juga saya minta segera diusulkan, mengingat kita tidak mendapatkan bantuan Presiden,” pungkasnya.
10 Daerah di Kalbar Dapat Bantuan
Sebagai informasi, terdapat 10 kabupaten/kota terdampak Karhutla di Kalimantan Barat yang mendapatkan bantuan dari Presiden berdasarkan kategori tingkat dampak, yakni sedang, parah, dan sangat parah.
Untuk kategori sedang, bantuan masing-masing sebesar Rp10 miliar diberikan kepada Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi.
Kategori parah mendapatkan bantuan sebesar Rp15 miliar per kabupaten/kota, yakni Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Bengkayang.
Baca Juga: Cegah Karhutla Berulang, DPRD Kalbar Dorong Infrastruktur Air di Kawasan Gambut
Sementara itu, kategori sangat parah mendapatkan hibah sebesar Rp20 miliar per kabupaten/kota. Bantuan tersebut diberikan kepada Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang.
Kabupaten Sanggau sendiri tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan tersebut, meski pemerintah daerah telah dua kali menetapkan status tanggap darurat Karhutla. (agg)
Editor : Miftahul Khair