PONTIANAK POST – Tim Pemantauan dan Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menuntaskan kegiatan pemantauan dan penyuluhan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ditandai dengan pelepasan kepulangan tim menuju Jakarta di Aula Kantor Pemda Sanggau, Jumat (18/9).
Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mengatakan, selama kurang lebih satu bulan, tim telah mendatangi 163 desa dan tiga kelurahan. Penyuluhan dilakukan secara dialogis dengan masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi pencegahan Karhutla.
“Kurang lebih 6.000 hingga hampir 7.000 masyarakat sudah kami ajak berdialog,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Salurkan 2.000 Paket Logistik untuk Empat Kabupaten Terdampak Karhutla
Salah satu materi utama adalah Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Berdasarkan kuesioner, sekitar 78 persen responden menyatakan mendukung penerapan PLTB.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan kesadaran positif masyarakat, meski perubahan kebiasaan membakar lahan yang telah berlangsung turun-temurun membutuhkan edukasi berkelanjutan.
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengapresiasi pelaksanaan pemantauan dan penyuluhan tersebut. Ia menilai pendekatan edukasi secara humanis kepada masyarakat dan peladang dapat membantu menekan potensi Karhutla.
Susana mengatakan Sanggau masih menghadapi tantangan Karhutla, termasuk kabut asap, ISPA, kekeringan dan kebutuhan air bersih.
Meski tim Mabes TNI telah mengakhiri tugas, Pemkab Sanggau memastikan pencegahan Karhutla terus dilanjutkan melalui Satgas Karhutla dan pengawasan di lapangan.
“Komitmen kita di daerah tidak akan surut. Seluruh instrumen Satgas Karhutla akan terus melanjutkan estafet kesiagaan darurat dan pengawasan secara konsisten,” tegas Susana. (Agg)
Editor : Hanif