PONTIANAK POST – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau menggelar dialog kebangsaan lintas agama di kawasan perbatasan Entikong, tepatnya di Wisma Negara PLBN Entikong, Rabu (23/9).
Dialog tersebut mengangkat tema “Wujudkan Moderasi Beragama di Era Digital” dan dibuka langsung Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena.
Susana mengingatkan tantangan dalam menjaga moderasi beragama saat ini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga telah berkembang di ruang digital. Menurutnya, perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, termasuk informasi yang tidak benar atau hoaks yang membawa isu agama.
Baca Juga: Wujud Gotong Royong Sektor Pertanian, Polsek Parindu Dampingi Petani Sanggau Olah Lahan Monokultur
“Satu informasi atau konten yang tidak benar atau hoaks dengan mengatasnamakan agama dapat dengan mudah dan cepat menyebar di media sosial sehingga berpotensi mengoyak keberagaman kita. Oleh karena itu, harus kita deteksi dan kita cegah sejak awal,” tuturnya.
Ia mengatakan, dirinya menyambut baik pelaksanaan dialog lintas agama tersebut. Menurutnya, penguatan kerukunan umat beragama membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sanggau terus berupaya memperkuat kerukunan umat beragama dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya FKUB, serta melengkapi fasilitas rumah ibadah secara adil dan merata sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada,” ungkap Susana.
Ketua FKUB Kabupaten Sanggau Pdt. Suyono Asun mengatakan, dialog lintas agama tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya moderasi beragama, khususnya di wilayah perbatasan negara. “Dialog ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama, khususnya di wilayah perbatasan,” kata Suyono dalam sambutannya.
Baca Juga: Bangun Budaya Sehat Warga Perbatasan, Dinkes Sanggau Kampanye Germas di Entikong!
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya FKUB bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam memperkuat harmonisasi kehidupan beragama sekaligus mencegah berkembangnya sikap intoleransi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Harapan kami, dialog ini memberikan pemahaman bahwa ancaman yang kita hadapi saat ini bermacam-macam, mulai dari yang tampak maupun tidak tampak, seperti ideologi, terorisme, fanatisme dan lainnya,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan dan harmonisasi antarumat beragama, terlebih Sanggau merupakan salah satu wilayah yang berada di garis depan perbatasan Indonesia-Malaysia. (agg)
Editor : Miftahul Khair