PONTIANAK POST – Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyebut gangguan distribusi BBM bersubsidi menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani untuk menjaga stabilitas harga dan perekonomian daerah. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat pengendalian inflasi yang dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Kamis (24/9).
“Jangan anggap remeh persoalan distribusi BBM yang menimbulkan antrean di SPBU ini. Jika kondisi ini terus terjadi, harga-harga sembako bisa mahal, perekonomian menjadi terganggu karena daya beli masyarakat menurun,” kata Susana seusai rapat di Ruang VIP Sabang Merah, lantai II.
Baca Juga: Dukung Kemandirian Pangan Sanggau, Polsek Toba dan Kelompok Tani Tanam Jagung Hibrida di Lahan 1,5 H
Menurutnya, persoalan distribusi BBM tidak hanya berdampak terhadap pengguna kendaraan, tetapi juga dapat berimbas pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kelancaran distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha menjadi salah satu faktor yang perlu dijaga.
Karena itu, Susana meminta seluruh pihak terkait bersama-sama mencari akar persoalan yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.
“Saya berharap kita semua kompak. Dalam waktu dekat kita akan membentuk satgas untuk menuntaskan persoalan ini,” ungkapnya.
Selain persoalan BBM, Susana mengatakan kondisi kemarau berkepanjangan juga turut memberikan tekanan terhadap sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sanggau.
Baca Juga: 4,1 Ton Jagung Polsek Kembayan Lolos Uji, Siap Diserap Bulog Sanggau
“Gegara kekeringan, banyak petani kita yang kesulitan bercocok tanam hingga produksi turun. Begitu juga dengan peternakan, ayam-ayam banyak yang mati dan ini menyebabkan harga sayur maupun ayam di pasar menjadi mahal,” terangnya.
Susana menegaskan, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga sembako di seluruh wilayah Sanggau.
“Kita membutuhkan sinergisitas semua pihak untuk menjaga stabilitas harga sembako agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (agg)
Editor : Miftahul Khair