Harga Sembako di Sanggau Naik, Cabai Tembus Rp150 Ribu per Kg

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:28 WIB
Ilustrasi Cabai Rawit.
Ilustrasi Cabai Rawit.

PONTIANAK POST – Harga sejumlah sembilan bahan pokok (sembako) dan bahan pangan lainnya di Kabupaten Sanggau mulai mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas, mulai dari daging ayam ras, sayur-mayur, cabai hingga hasil laut.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Andy Gustami mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga pada pekan keempat September 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan.

“Hasil pantauan kami pada minggu keempat bulan ini, tanggal 21 sampai 27 September 2026, khususnya di Pasar Senggol dan Pasar Sentral, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan,” kata Andy Gustami kepada wartawan, Kamis (24/9).

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp104.850 per Kilogram

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras. Harganya naik sekitar Rp3 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat. Beberapa di antaranya bayam, kacang panjang, sawi, buncis, wortel dan tomat.

“Rata-rata sayur-mayur yang biasa dikonsumsi masyarakat kita seperti bayam, kacang panjang, sawi, buncis, wortel dan tomat mengalami kenaikan Rp2 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Minggu lalu misalnya Rp15 ribu, minggu ini menjadi Rp18 ribu,” ungkapnya.

Menurut Andy, kenaikan cukup signifikan juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah, cabai besar dan cabai keriting mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp140 Ribu per Kg di Kalbar, Ini Penyebabnya

“Cabai rawit merah, cabai besar dan cabai keriting naiknya cukup signifikan, dari sekitar Rp100 ribu per kilogram menjadi Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram,” bebernya.

Selain komoditas pertanian, kenaikan harga juga terlihat pada sejumlah hasil laut, seperti udang dan ikan. Andy menjelaskan, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut masih dalam kondisi yang wajar. Salah satu faktornya karena Sanggau bukan daerah penghasil utama sehingga pasokan sebagian komoditas masih bergantung pada daerah lain.

“Menurut kami kenaikan ini masih wajar mengingat Kabupaten Sanggau bukan daerah penghasil. Artinya, kalau naik ya karena pemasok yang menaikkan. Masyarakat Sanggau juga sudah terbiasa dengan kenaikan ini, yang penting barangnya ada,” pungkasnya. (agg)

Editor : Miftahul Khair
disperindagkop sanggau harga cabai naik harga sembako